Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/ANT/Wahyu Putro
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/ANT/Wahyu Putro

Pembangunan Bendungan di Papua Demi Mendukung Ketahanan Pangan

Nasional ketahanan pangan
Lis Pratiwi • 13 September 2017 10:07
medcom.id, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun dan merehabilitasi bendung dan jaringan irigasi di Papua dan Papua Barat untuk mendukung ketahanan pangan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sektor pangan, air, dan energi akan menjadi panglima pembangunan nasional sekaligus ujung tombak persaingan antarnegara.
 
"Papua ini potensi airnya paling besar dari seluruh wilayah Indonesia karena curah hujannya paling tinggi. Kami prioritaskan pengelolaan SDA di Papua untuk pembangunan jaringan irigasi kecil mendukung pertanian,” ujar Basuki melalui keterangan tertulis, Selasa 12 September 2017.
 
Pemerintah menggandeng Balai Wilayah Sungai Papua demi membangung Bendung Wanggar dan Nuhoa di Kabupaten Nabire. Bendung Wanggar dibangun untuk dapat mengairi lahan pertanian seluas 3.200 hektare, sementara Bendung Nuhoa dapat mengairi lahan pertanian seluas 2.000 hektare. Pembangunan dua bendung ini masing-masing menghabiskan dana Rp435 miliar dan Rp21,3 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan Bendung Yahukimo di Kabupaten Yahukimo pada 2016. Bendungan yang dibangun dengan dana Rp109,8 miliar ini mampu melayani 3.200 hektare lahan pertanian. Sementara di Nabire, pembangunan Bendungan Kalibumi sudah menghabiskan dana Rp138,3 miliar dan direncanakan memiliki luas daerah irigasi (DI) 6.400 hektare.
 
Selanjutnya di wilayah Distrik Yapsi Kabupaten Jayapura juga telah dibangun DI. Lereh yang memanfaatkan sumber air dari Sungai Nawa melalui Bendung Lereh II dengan sistem gravitasi untuk mengairi areal pertanian seluas 2.119,36 hektare.
 
Di Papua Barat, BWS Papua Barat membangun Bendung Wariori dan Bendung Aimasi di Kabupaten Manokwari. Masing-masing bendungan memiliki DI mencapai 3.450 hektare dan 1.700 hektare. Kedua bendung tersebut dibangun guna mendukung program swasembada pangan dengan meningkatkan produksi beras, pengendalian daya rusak air, dan konservasi.
 
"Pemerintah juga membangun Bendungan Oransbari di Kabupaten Manokwari Selatan sebagai penunjang program ketahanan pangan serta mengoptimalisasi lahan persawahan. Bendung ini dapat mengairi areal persawahan potensial seluas 3.016 hektare, dimana saat ini sudah berfungsi mengairi 700 hektare persawahan yang dikelola oleh 450 petani," kata Basuki.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif