Calon penumpang KRL Commuter Line mencuci tangan dengan sabun pada wastafel portabel di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Jumat, 10 April 2020. Foto: Antara/Arif Firmansyah
Calon penumpang KRL Commuter Line mencuci tangan dengan sabun pada wastafel portabel di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Jumat, 10 April 2020. Foto: Antara/Arif Firmansyah

Kemenkes: Wastafel Umum Harus Mudah Diakses

Nasional Virus Korona
Siti Yona Hukmana • 23 Mei 2020 02:34
Jakarta: Wastafel di tempat layanan publik diharapkan dibangun di titik yang mudah dijangkau masyarakat. Hal itu untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat mencuci tangan dalam mencegah virus korona (covid-19).
 
"Tempat cuci tangan biasanya berada di toilet yang ada di belakang kalau di pasar ya berarti di pojokan, kalau di terminal juga di tempat yang sulit dijangkau," kata Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kirana Pritasari, dalam diskusi daring, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Menurut dia, dulu imbauan mencuci tangan dari Kemenkes kepada masyarakat dianjurkan saat sebelum makan dan setelah buang air besar (BAB). Pesan itu, kata dia, harus diubah di tengah kondisi pandemi virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap kali kita punya kemungkinan terkontaminasi dengan barang-barang yang sudah terkena droplet (dahak), kita harus sering cuci tangan. Pesan ini yang harus kita perbaiki dan harus kita sesuaikan dalam menghadapi pandemi ini," ungkap dia.
 
Untuk mendukung praktik pencegahan penularan covid-19 itu, kata Kirana, pemerintah harus menyediakan sarana dan prasasana. Salah satunya ketersediaan air.
 
"Ini perlu kita pastikan, kita jamin agar masakan mampu memiliki akses terhadap air tersebut," tambah dia.
 
Kemenkes: Wastafel Umum Harus Mudah Diakses
 
Baca: Kemenkes Bantah Bebankan Pencegahan Virus Korona Kepada Masyarakat
 
Pemerintah, kata dia, telah gencar menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat untuk pencegahan covid-19. Hal ini meliputi menjaga jarak atau physical distancing, makan makanan yang bergizi seimbang, dan olahraga untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima.
 
Dia mengharapkan upaya itu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat."Jadi tatanan kehidupan baru atau new normal ini yang harus kita internalisasi atau harus kita pahami dan juga harus kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari," imbuh dia.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif