Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Gempa Besar Sulit Diprediksi

Nasional gempa Gempa Bumi
Zaenal Arifin • 08 Juli 2020 19:01
Jakarta: Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebut gempa besar di Indonesia sulit diprediksi. Masyarakat diminta tetap waspada setelah adanya rentetan gempa pada Selasa, 7 Juli 2020.
 
"Ini sulit diprediksi. Tetapi dengan adanya rentetan aktivitas gempa ini, tentu patut kita waspadai," ujar Daryono melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.
 
Daryono menjelaskan, dalam ilmu gempa atau seismologi, khususnya pada teori tipe gempa, ada tipe gempa besar yang kejadiannya diawali dengan gempa pendahuluan atau gempa pembuka. Setiap gempa besar hampir dipastikan didahului dengan rentetan aktivitas gempa pembuka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tetapi rentetan gempa bumi yang terjadi di suatu wilayah juga belum tentu berakhir dengan munculnya gempa besar. Inilah karakteristik ilmu gempa yang memiliki ketidakpastian atau uncertainty yang tinggi, yang penting juga untuk kita pahami," jelas dia.
 
Baca: Aktivitas Gempa di Lebak dan Sukabumi Meningkat
 
Gempa mengguncang empat wilayah dalam satu hari. Yakni Jepara, Jawa Tengah; Rangkasbitung, Banten; Pangandaran, Jawa Barat; dan Enggano, Bengkulu.
 
Keempat gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo yang berbeda dan tidak berpotensi tsunami.
 
Daryono menegaskan gempa di Rangkasbitung dan Pangandaran bukan dari sumber yang sama, meski kedua wilayah saling berdekatan.
 
Gempa Rangkasbitung terjadi akibat adanya deformasi batuan pada irisan atau slab lempeng Indo-Australia di Zona Benioff dengan kedalaman 87 kilometer. "Gempa Pangandaran dipicu adanya deformasi batuan pada slab lempeng Indo-Australia di Zona Megathrust," ujar dia.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif