NEWSTICKER
Ilustrasi ibadah haji atau umrah. AFP
Ilustrasi ibadah haji atau umrah. AFP

Waktu Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang

Nasional ibadah haji
Antara • 24 Maret 2020 17:12
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang waktu pelunasan ibadah haji selama wabah korona (covid-19). Perpanjangan dilakukan demi menghindari terjadinya kerumunan karena antrean pelunasan pembayaran ibadah haji.
 
"Saat ini antrean dan kumpulan jemaah masih cukup banyak pada bank penerima setoran (BPS) biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Itu secara protokol berpotensi terjadinya penyebaran virus covid-19," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Nizar menjelaskan jadwal pelunasan Bipih reguler untuk tahap pertama awalnya pada 19 Maret 2020-17 April 2020. Jadwal diperpanjang hingga 30 April 2020. Pelunasan tahap kedua yang awalnya pada 30 April 2020-15 Mei 2020, berubah menjadi 12 Mei 2020-20 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenag telah menerbitkan surat edaran untuk para kepala kantor wilayah di tiap provinsi dan BPS Bipih tentang pelaksanaan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji reguler 1441 Hijriah atau 2020 Masehi dalam upaya pencegahan penyebaran corona virus disease. "Surat edaran ini diterbitkan dalam upaya bersama untuk menghambat penyebaran wabah covid-19 yang meningkat pesat dan semakin meluas," kata dia.
 
Baca: Kemenag Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan
 
Nizar mendorong calon jemaah memanfaatkan layanan pelunasan non-teller dengan sistem transfer. Calon jemaah tidak perlu datang ke bank untuk melakukan pembayaran.
 
"Ini penting untuk sama-sama mencegah penyebaran covid-19," ujar dia.
 
Nizar juga mengingatkan BPS Bipih menerapkan protokol pengendalian covid-19. Termasuk pembatasan jumlah jemaah yang dilayani per hari.
 
Dia meminta kabid penyelenggaraan haji dan umrah kanwil Kemenag provinsi menunjuk penanggung jawab sekaligus nomor WhatsApp di tiap Kantor Kemenag di kabupaten/kota. Penanggung jawab harus selalu dapat dihubungi calon jemaah yang akan menyampaikan bukti pelunasan atau bukti transfer dan pas foto.
 
Nizar menjelaskan Kemenag juga membatasi pendaftar dan pembatalan calon jemaah haji di KKemenag kabupaten/kota. "Jumlah pendaftar dan yang akan melakukan pembatalan haji regular akan dibatasi maksimal lima orang per hari. Untuk layanan rekam sidik jari dalam proses pendaftaran dan pelimpahan nomor porsi, sementara waktu juga ditunda sampai kondisi normal kembali," kata dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif