Politikus PPP Arsul Sani. Foto: Mecdcom.id/Ilham Wibowo
Politikus PPP Arsul Sani. Foto: Mecdcom.id/Ilham Wibowo

PPP Berharap Pansus Jiwasraya Tak Berbau Politis

Nasional Jiwasraya
Nur Azizah • 09 Januari 2020 15:05
Jakarta: Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghormati usulan pembentukan panitia khusus (pansus) Jiwasraya. Pansus menjadi instrumen buat mengusut kasus gagal bayar dan manipulasi laporan keuangan perusahaan asuransi itu.
 
"Tetapi dari awal harus kita ingatkan kalau nanti ini disepakati ada pansus, ini bukan tujuan politis. Ini tujuan untuk membantu mengawal penegakan hukum dalam kasus Jiwasraya yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung," kata politikus PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Arsul menyebut pansus menjadi instrumen pengawasan. Dia meminta semua pihak mendukung bila pansus terbentuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak usah juga alergi terhadap pansus itu," kata dia.
 
Pansus baru bisa berjalan bila diisi minimal satu fraksi dengan jumlah 25 anggota DPR. Hingga saat ini, fraksi Gerindra, NasDem, PPP, PKS, dan Golkar setuju pembentukan pansus Jiwasraya.
 
Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR Fraksi PKS Junaidi Auly mengatakan pansus Jiwasraya penting dibentuk. Masalah Jiwasraya menambah daftar panjang jajaran BUMN yang memiliki tata kelola buruk.
 
Persoalan yang dihadapi perusahaan tersebut bermula dari tekanan likuiditas program JS Saving Plan. JS Saving Plan merupakan produk bancassurenace yang memberikan manfaat asuransi jiwa berupa santunan meninggal dunia, bukan karena kecelakaan atau cacat tetap total karena kecelakaan.
 
Junaidi menjelaskan sebagian besar dana yang dikumpulkan dari program JS Saving Plan diinvestasi ke pasar saham. Junaidi menjelaskan sebagian besar dana yang dikumpulkan dari program JS Saving Plan diinvestasi ke pasar saham (repo saham) dan reksa dana.
 
"Kita tahu bahwa Repo saham (repurchase agreement) merupakan pinjaman yang diberikan dengan agunan berupa saham. Suku bunga cukup tinggi, karena risikonya juga tinggi. Kondisi pasar yang fluktuatif menyebabkan return saham cenderung menurun dan menyebabkan kondisi keuangan Jiwasraya tertekan," terang Juaini.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif