Illustrasi. MI/Irfan.
Illustrasi. MI/Irfan.

PLN Terkesan Menyalahkan Masyarakat Soal Penyebab Blackout Listrik

Nasional pemadaman listrik
Arga sumantri • 11 Agustus 2019 07:02
Jakarta: Pernyataan PLN yang menyalahkan pohon sengon yang tumbuh di sekitar Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) dinilai melukai hati masyarakat. Padahal, PLN belum pernah memberikan kompensasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar tower Sutet.
 
Salah seorang warga yang tinggal di sekitar Sutet, Encep Nik Affandi menyayangkan pernyataan PLN tersebut. Padahal, kata encep tumbuhnya pohon sengon di sekitar Sutet karena ada tanggung jawab yang belum diselesaikan PLN.
 
"Perlu di ketahui tidak ada aturan yang melarang rakyat untuk menanam pohon apa saja yang berada di atas tanah yang mereka miliki secara sah," kata Encep yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Korban Sutet (IKKS) di Jakarta, Minggu 11 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kata Encep, saat ini masih banyak warga yang memiliki tanah sah dilintasi transmisi sutet 500 kv. Padahal, berdasarkan UU Ketenagalistrikan No. 15 Tahun 1985, mereka layak mendapatkan ganti kompensasi atau ganti rugi.
 
"Pada pasal 11 dan 12 jelas mengatur untuk dalam melaksanakan usaha-usaha penyediaan tenaga listrik, diberikan kewenangan untuk masuk dan melintasi bangunan atau tanah milik umum maupun perorangan tentunya dengan memberikan ganti rugi yang wajar kecuali untuk tanah milik negara," terang Encep.
 
Ganti rugi di antaranya, harga layak atau penggantian tanah yang telah dilintasi transmisi sutet. Atau penggantian tanah di tempat lain yang setara.
 
"Puluhan tahun kami hidup di bawah jalur Sutet penuh dengan kekhawatiran dan radiasi yang berdampak buruk terhadap kesehatan kami," ujar Encep.
 
Encep menjelaskan ada potensi bahaya yang ditimbulkan bagi warga yang tinggal di sekitar sutet. Beberapa peristiwa kecelakaan yang terjadi di sekitar sutet pernah terjadi. Di antaranya, terjadi ledakan yang mengakibatkan pohon sengon hancur dan terbakar pada tahun 2018 di Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
 
"Selain itu tanah kami hilang nilai ke ekonomiannya di mana tidak ada yang mau membeli tanah kami," ucap Encep.
 
Jadi, kata Encep selama tidak ada ganti rugi atau kompensasi dari PLN, jangan menyalahkan warga atas tumbuhnya pepohonan yang ada di sekitar sutet.
 
"Persoalan Blackout bisa terjadi kapan pun. Dan selama itu pula PLN harus bertanggung jawab atas kerugian yang di alami rakyat ketika terjadi peristiwa Blackout," pungkasnya.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif