Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Anggota TNI Gugur Diserang Kelompok Separatis di Nduga

Nasional kelompok bersenjata di papua
Suci Sedya Utami, Theofilus Ifan Sucipto • 21 Juli 2019 01:18
Jayapura: Seorang prajurit TNI gugur ditembak ketika sedang menjalankan tugas mengamankan pembangunan jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga.
 
"Gerombolan separatis Nduga kembali berulah, seorang anggota pengamanan pembangunan jalan Trans Papua gugur sebagai pahlawan pembangunan," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi seperti dilansir dari Antara, Minggu, 21 Juli 2019.
 
Aidi mengatakan peristiwa itu terjadi tepat di lokasi pembangunan jembatan Sungai Yuguru sebagai bagian dari proyek strategis nasional jalan Trans Papua Wamena-Mumugu, di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di lokasi tersebut terjadi aksi penembakan oleh kelompok separatis Berenjata (KSB) yang diduga
dari kelompok Egianus Kogoya terhadap pasukan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan pembangunan jembatan Yuguru-Kenyam.
 
Kejadiannya, ungkap dia terbilang sangat singkat. Sebab serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar.
 
"Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 12.45 WIT (Sabtu), saat anggota TNI sedang melaksanakan
istirahat, sholat, makan (Isoma). Secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang Isoma," tutur Aidi.
 
"Pelaku di perkirakan berjumlah beberapa orang. Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan," ujar Aidi.
 
Terkait peristiwa itu, pasukan TNI langsung melaksanakan konsolidasi dan pengamanan
setempat. Setelah dilaksanakan pengecekan personel, terdapat satu orang prajurit yakni Prada Usman Hambelo mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan.
 
"Kejadian tersebut segera dilaporkan ke satuan atas untuk mendapatkan bantuan heli dalam rangka evakuasi. Karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan pesawat heli," ucap Aidi.
 
Namun karena cuaca hujan di wilayah Nduga, proses evakuasi tidak dapat dilaksanan hingga malam ini. Berdasarkan laporan yang diterima bahwa pada pukul 14.10 WIT korban menghembuskan nafas terakhir.
 
Kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi pada awal Maret lalu. Sebanyak tiga prajurit TNI gugur di Kabupaten Nduga, Papua akibat kontak senjata dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya. Ketiga prajurit TNI yang gugur yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.
 
Pasukan tersebut juga sedang mengamankan proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua-Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif