Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Penaikan Iuran BPJS Kesehatan Diyakini Menutup Defisit

Nasional BPJS Kesehatan
Marcheilla Ariesta • 02 November 2019 15:41
Jakarta: Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf meyakini penaikan iuran dapat menutupi defisit dan memperbaiki keuangan. Iqbal meminta masyarakat tak ragu.
 
"Jangan ragu iuran naik, defisit tak tertangani. Ini sudah dihitung hati-hati oleh para ahli,” ujar Iqbal di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.
 
Iqbal menuturkan BPJS Kesehatan diprediksi mengalami defisit hingga Rp32,8 triliun bila iuran tak naik. Meski, dia mengaku masalah defisit tak mungkin teratasi tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia optimistis keuangan BPJS Kesehatan surplus pada 2020. Iqbal yakin surplus mencapai Rp17,3 triliun.
 
Iqbal menambahkan BPJS Kesehatan sangat menghargai masukan-masukan terkait penaikan iuran. "Tentu semua kritik, saran, dan masukan kita akan tampung semua, karen pemerintah bersungguh-sungguh memastikan program BPJS Kesehatan ini berjalan," tutur dia.
 
Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pada Oktober 2019.
 
Besar iuran yang harus dibayarkan Rp42.000 per bulan untuk kelas III, Rp110.000 per bulan untuk kelas II, dan Rp160.000 per bulan untuk kelas I.
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif