Presiden Joko Widodo dan tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Foto: ANT/Aprilio
Presiden Joko Widodo dan tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Foto: ANT/Aprilio

Moeldoko: Stafsus Milenial Jembatan Jokowi ke Publik

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Damar Iradat • 22 November 2019 15:02
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut para staf khusus presiden dari kalangan milenial akan menjadi jembatan Presiden Joko Widodo dengan publik. Kemarin, Jokowi memperkenalkan tujuh stafsus baru dari kalangan milenial.
 
"Presiden ingin ada yang menjadi jembatan, bridging. Bridging antara Istana dengan publik, bridging antara senior dengan junior, bridging antara orang yang gagap teknologi dengan yang maju di pemikiran teknologi," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.
 
Moeldoko meyakini milenial memiliki pemikiran yang lebih maju dan berbeda dari generasi sebelumnya. Pemerintah, kata dia, perlu melibatkan anak-anak muda untuk membuat Indonesia lebih maju.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Panglima TNI itu menambahkan, anak-anak muda yang potensial justru memiliki jiwa kebangsaan lebih tinggi. Mereka, kata Moeldoko, harus dikedepankan dan ikut dilibatkan dalam pembangunan nasional.
 
"Jadi, keterlibatan mereka di Istana, keterlibatan secara nasional, mewakili teman-teman kita di berbagai daerah, mewakili teman-teman muda yang ada di berbagai daerah," jelasnya.
 
Melalui stafsus milenial ini, ia berharap aspirasi anak-anak muda bisa terserap ke lingkungan Istana Kepresidenan. Penunjukkan staf yang berumur di bawah 35 tahun ini agar semua yang dipikirkan dan dirasakan anak-anak muda dapat diakomodasi.
 
Moeldoko pun membantah penambahan tujuh stafsus milenial itu membuat kinerja pemerintah menjadi tidak efisien. Sebaliknya, stafsus milenial akan memberikan efektivtas dalam kinerja pemerintah, khususnya Istana Kepresidenan.
 
Dia juga membantah penambahan stafus milenial ini bentuk akomodasi Jokowi terhadap pihak-pihak yang telah mendukungnya dalam Pilpres 2019. Nada-nada sumbang ini sempat mencuat karena Putri Tanjung, salah satu stafsus milenial yang ditunjuk Jokowi, ialah putri dari pengusaha Chairul Tanjung.
 
"Tidak ada upaya akomodatif atas desakan politik. Tidak. Tapi, sungguh-sungguh ingin pencapaian atas apa yang sudah digariskan Presiden," ujar dia.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif