Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bersama OASE Kabinet Kerja menanam mangrove di Manado, Sulawesi Utara. Dok: Kementerian LHK.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bersama OASE Kabinet Kerja menanam mangrove di Manado, Sulawesi Utara. Dok: Kementerian LHK.

Kementerian LHK dan OASE Tanam Mangrove di Manado

Nasional lingkungan hidup
Dheri Agriesta • 09 Juli 2019 18:34
Manado: Pemerintah berhasil merehabilitasihutan mangrove kritis dari 1,82 juta hektare menjadi 1,19 juta hektare pada 2018.Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyebut pemerintah telah merehabilitasi lahan mangrove kritis seluas 31.673 hektare menggunakan dana APBN.
 
"Rehabilitasi mangrove memanfaatkan APBN akan terus dilakukan seluas 2.000 ha setiap tahun," kata Siti saat penanaman mangrove dalam rangka Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan Daerah Aliran Sungai dan Kampung Hijau Sejahtera di Kota Manado, Sulawesi Utara, Selas, 9 Juli 2019.
 
Menteri LHK mengapresiasi gerakan penanaman yang diinisiasi Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja ini. Dukungan berbagai pihak seperti OASE Kabinet Kerja, pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), badan usaha milik negara (BUMN), dan swasta, berperan dalam rehabilitasi mangrove.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Siti menyebut Ibu Negara Joko Widodo peduli terhadap kelestarian mangrove. Saat mendampingi Presiden Joko Widodo di pertemuan G20 Jepang, Ibu Negara bercerita tentang kegiatan pelestarian mangrove kepada istri pemimpin negara anggota G20.
 
Siti mengaku serius merehabilitasi mangrove. Karena, lahan mangrove disebut salah satu ekosistem yang memiliki potensi cadangan karbon sangat besar.
 
Menteri LHK bahkan telah membahas pengelolaan mangrove dengan Menteri Lingkungan dan Iklim Norwegia Ola Elvestuen saat bertemu di Trondheim, Norwegia. Pembicaraan serupa juga dilakukan dengan menteri lingkungan hidup dari Inggris, Jerman, dan Australia.
 
Baca:Menteri Siti Pamer Program Keanekaragaman Hayati di Norwegia
 
Mangrove disebut bermanfaat melindungi tanah dari erosi, abrasi, dan menjadi tempat berkembang biak fauna serta biota laut. Mangrove juga menjadi sumber pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan ekowisata dan hasil hutan nonkayu.
 
Politikus NasDem itu juga menyebut mangrove efektif menahan gelombang tsunami. Hasil penelitian menyatakan tanaman mangrove selebar 100 meter dengan ketinggian akar 30 centimeter sampai 1 meter dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami hingga 90%.
 
Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi gas rumah kaca (GRK) lima kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya. Siti telah mengundang perwakilan negara sahabat melihat hutan mangrove di Indonesia sebagai bagian dari pengendalian perubahan iklim global.
 
Ketua bidang V OASE Kabinet Kerja Rugaya Usman Wiranto mengatakan kegiatan penanaman mangrove merupakan inisiatif Iriana Joko Widodo. OASE Kabinet Kerja juga memberikan alat biopori dan pengolahan kompos.
 
Penanaman juga dilakukan secara serentak di 12 provinsi dengan jumlah bibit ditanam sebanyak 60 ribu batang. "Kami mendukung aktivitas demi kemaslahatan masyarakat Indonesia," kata Rugaya.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif