Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jalur Logistik Kelompok Ali Kalora Berupaya Diputus

Nasional terorisme
Lukman Diah Sari • 14 Februari 2019 16:09
Jakarta: Satgas Tinombala mengimbau masyarakat yang tinggal dekat lokasi kelompok teroris Ali Kalora tidak membawa perbekalan lebih saat melintas jalur perkebunan dan tambang. Ini salah satu upaya Polri memutus jalur logistik kelompok terorisme Ali Kalora.
 
"Bawa perbekalan secukupnya karena sangat rawan (diambil) oleh jaringan Ali Kalora," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Dedi mengungkap Satgas Tinombala terus berupaya mencari buronon kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Kini, sebanyak empat jalur telah bisa dikuasai Satgas Tinombala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Khususnya jalur-jalur di mana masyarakat berkebun, mencari rotan, menjerat babi, atau menambang emas,” jelasnya.
 
Baca juga:Anak Santoso Gabung Kelompok Teroris Ali Kalora
 
Pasukan, kata Dedi, terus menelusuri dan menyisir titik yang dicurigai sebagai lokasi persembunyian kelompok Ali Kalora. Yaitu, di Parigi Moutong, Poso, dan sekitar Gunung Biru.
 
Sementara itu, petugas telah mengidentifikasi anak Santoso yang diduga bergabung dengan kelompok Ali Kalora. Satgas Tinombala segera menetapkan anak Santoso sebagai buronan.
 
Sebelumnya, sebanyak 14 orang telah ditetapkan DPO. Satgas Tinombala telah menyebarkan pamflet atau foto agar kelompok Ali Kalora menyerahkan diri ke kepolisian. Kepolisian meminta masyarakat memberitahukan jika menemukan 14 orang teroris dari kelompok Ali Kalora.
 
"Sebar foto dan DPO (daftar pencarian orang) kita telah lakukan. Anggota juga ada yang bersentuhan langsung ke keluarga kelompok Ali Kalora. Itu yang telah kami lakukan," tukas dia.
 
Baca juga:Eksistensi Teroris Uceng Sejak Era Nurdin M Top
 
Sebelumnya, kelompok teroris pimpinan Ali Kalora telah merekrut tujuh anggota baru. Empat di antaranya berasal dari Banten, sedangkan tiga lainnya berasal dari simpatisan warga tempat kelompok teroris itu bersembunyi di Poso, Sulawesi Tengah. Total jumlah anggota yang aktif saat ini sebanyak 14 orang.
 
Kelompok ini terdiri dari Ali Ahmad alias Ali Kalora, Basir alias Romzi, Abu Alim alias Ambo, Mohammad Faizal alias Namnung, Askar alias Jaid alias Pak Guru, dan Qatar alias Farel alias Anas. Selain itu, ada Nae alias Galih alias Mukhlas, Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Rajif Gandi Sabran alias Rajes, Adtya alias Idad alias Kuasa, Alvin alias Adam alias Mus'ab alias Alvin Anshori, Alqindi Mutaqien alias Muaz, Jaka Ramadan alias Ikrima alias Rama, dan Andi Muhammad alias Abdullah alias Abdurrahman Al Makasari.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi