Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Kekerasan Terhadap Anak Menjamur Saat Pandemi Covid-19

Nasional Virus Korona kekerasan anak
Anggi Tondi Martaon • 16 Oktober 2020 16:30
Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) berdampak pada anak. Kasus kekerasan pada anak menjamur saat wabah covid-19.
 
"Ini kasus kekerasan (terhadap anak) semasa pandemi, cukup banyak," kata Sekretaris Deputi bidang Perlindungan Anak Dermawan dalam acara Sosialisasi Pemberitaan Ramah Anak secara virtual, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Dermawan menyebut ada sejumlah faktor memengaruhi peningkatan kasus. Salah satunya metode belajar daring. Namun, Dermawan tidak memerinci kaitan proses belajar daring dengan kasus kekerasan anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faktor lain yakni peningkatan aktivitas anak-anak di media sosial (medsos) dan internet saat pandemi. Dermawan menyebut akses anak ke dunia maya kadang tak tersaring, sehingga konten-konten tak layak ikut terakses.
 
Baca:KPAI: Psikologi Ortu Berdampak pada Kekerasan terhadap Anak
 
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menerima 3.087 laporan kekerasan anak sejak 1 Januari 2020 hingga 19 Juni 2020. Kekerasan terhadap anak perempuan lebih dominan dibandingkan anak laki-laki.
 
Sebanyak 2.454 anak perempuan menjadi korban kekerasan. Sementara itu, 965 anak laki-laki menjadi korban. Jenis kekerasan beragam, 852 anak mengalami kekerasan fisik, 768 anak mengalami kekerasan psikis, dan 1.848 anak mengalami kekerasan seksual.
 
Selanjutnya, 50 anak menjadi korban eksploitasi, 60 anak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan 228 anak menjadi korban penelantaran.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif