Vaksin covid-19 dari Sinovac dinyatakan manjur 78 persen. Foto: AFP
Vaksin covid-19 dari Sinovac dinyatakan manjur 78 persen. Foto: AFP

MUI: Vaksin Covid-19 dari Sinovac Halal

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19
Nur Azizah • 08 Januari 2021 17:56
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Keputusan ini ditetapkan setelah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar rapat komite fatwa.
 
"Setelah diskusi yang panjang dari tim auditor kami menyepakati vaksin covid-19 yang diproduksi Sinovac yang diajukan PT Bio Farma hukumnya suci dan halal," kata ketua MUI Asrorun Niam, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.
 
MUI menyerahkan izin penggunaan vaksin kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab, BPOM berwenang untuk memutuskan mengenai aspek keamanannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aspek kehalalannya tak lepas dengan aspek thoyyiban (baik). Aspek thoyyiban itu mencangkup keamanan, kualitas, dan efikasi. Itu domain BPOM," jelas Asrorun.
 
Sementara itu, BPOM segera menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin covid-19. Evaluasi hasil uji klinis fase 3 di Bandung, Jawa Barat, sudah tahap akhir.
 
"Segera ada pertemuan final sebelum menerapkan EUA," kata Kepala BPOM, Penny K Lukito.
 
Baca: Distribusi dan Vaksinasi Tetap Dikawal Meski Izin Penggunaan Darurat Terbit
 
Penny mengatakan BPOM menggunakan standar internasional dalam proses penerbitan EUA. Standar itu mengacu pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Agensi Obat-Obatan Eropa (EMA).
 
BPOM juga mengikuti perkembangan uji klinis di berbagai negara. Kemudian melakukan inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin Sinovac di Beijing, Tiongkok.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif