Ilustrasi perlintasan sebidang. Dokumentasi/Humas PT KAI Daop 8 Surabaya
Ilustrasi perlintasan sebidang. Dokumentasi/Humas PT KAI Daop 8 Surabaya

22 Kecelakaan Terjadi di Pelintasan Sebidang Daop 1 Selama 2020

Nasional kereta api pt kai kecelakaan kereta api perlintasan ka
Nur Azizah • 26 November 2020 15:43
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat 22 kecelakaan di pelintasan sebidang sepanjang Januari hingga November 2020. Kecelakaan tersebut menyebabkan lima orang meninggal, tujuh orang luka berat, dan 13 orang mengalami luka ringan.
 
Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, Eko Purwanto, mengatakan kecelakaan terjadi lantaran masih minimnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. "PT KAI Daop 1 Jakarta mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi pelintasan sebidang kereta api," jelas Eko, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 26 November 2020.
 
Pasal 124 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian menyebutkan perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. Adapun Pasal 114 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain; mendahulukan kereta api; dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketentuan soal pelintasan sebidang juga diatur dalam Pasal 6 ayat 1 Peraturan Menteri Nomor 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain. Peraturan itu menyebutkan pada pelintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.
 
Baca: KAI Selamatkan Aset Negara Melalui Sertifikasi dan Penertiban
 
Adapun total ada 452 pelintasan di wilayah Daop 1 Jakarta. Terdiri atas 244 pelintasan sebidang resmi dan 298 pelintasan liar. Sedangkan pelintasan tidak sebidang yang telah difasilitasi flyover dan underpass sebanyak 59 titik.
 
PT KAI juga terus berkoordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah setempat untuk penutupan pelintasan sebidang demi menekan angka kecelakaan. Pemerintah daerah secara bertahap membangun fasilitas flyover atau underpass di sejumlah pelintasan sebidang.
 
"Keclakaan di pelintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan, tapi juga dapat merugikan PT KAI. Tidak jarang perjalanan KA lain terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di pelintasan sebidang," ujar Eko.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif