Agustinus Woro, 40, memanjat baliho di depan Mabes Polri, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada pukul 07.27 WIB, Selasa, 24 November 2020. Istimewa
Agustinus Woro, 40, memanjat baliho di depan Mabes Polri, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada pukul 07.27 WIB, Selasa, 24 November 2020. Istimewa

Pria Paruh Baya Nekat Panjat Baliho depan Mabes Polri

Nasional polri dki jakarta aksi nekat
Siti Yona Hukmana • 24 November 2020 12:16
Jakarta: Agustinus Woro, 40, memanjat baliho di depan Mabes Polri, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada pukul 07.27 WIB, Selasa, 24 November 2020. Petugas berupaya keras menghentikan aksi Agustinus.
 
"Evakuasinya kita bujuk, kita rayu, kita imbau pakai manual. Enggak mau secara persuasif. Akhirnya karena itu di depan Mabes Polri dan mengundang perhatian orang banyak, kita panggilkan pemadam kebakaran (damkar) yang ada crane-nya," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Sri Widodo saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 24 November 2020.
 
Mobil crane milik damkar tiba di lokasi. Dia dijemput dan dibujuk Kabag Binops Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawa hingga ke atas baliho. Pria paruh baya itu akhirnya turun

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dibujuk di atas mau turun. Paling negosiasi lima menit," ujar Widodo.
 
Widodo menyebutkan Agustinus sudah bebera kali melakukan aksi nekat ini. Salah satunya, dia pernah memanjat tower listrik di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
 
"Di Senen itu dua kali, di seberang balai sidang sekali, depan Polda Metro Jaya arah timur sisi utara sekali. Ini kumat lagi di sini," ungkap Widodo.
 
Baca: Fitri `Spiderkid` Kembali Panjat Tower SUTET
 
Widodo mengatakan Agustinus pernah diserahkan ke Panti Asuhan Kedoya, Jakarta Barat. Agustinus mengaku tidak diperlakukan manusiawi di panti asuhan tersebut.
 
Widodo tak langsung memercayai Agustinus. Dia dibawa ke Polsek kebayoran Baru untuk menjalani pemeriksaan.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Agustinus melakukan aksi berbahaya itu sejak Desember 2016. Kala itu dia memanjat reklame sebagai tuntutan keadilan atas kematian keponakannya.
 
Dia juga melakukan aksi serupa di Simpang Empat Slipi, Jakarta Barat, pada Februari 2017 untuk meminta Komnas HAM mengusut kematian keponakannya. Agustinus kembali memanjat reklame di jalan layang Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada September 2018.
 
Dalam setiap aksinya, Agustinus membentangkan berbagai spanduk berisi kritikan dan tuntutan pada pemerintah.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif