Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pembacokan di Sunter Berawal dari Janjian Tawuran Geng Motor

Nasional tawuran
Yurike Budiman • 27 November 2019 07:04
Jakarta: Polisi membuka kronologi tawuran yang berujung pembacokan hingga tewas terhadap Herly Suprapto di Sunter, Jakarta Utara. Insiden bermula dari dua geng motor yang berjanjian tawuran.
 
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi menyebut dua geng motor ini masuk ke dalam satu grup WhatsApp. Korban dan para pelaku saling kenal lantaran sama-sama memiliki bengkel langganan di Kemayoran, Jakarta Pusat.
 
"Pada hari sebelum kejadian, Sabtu (23 November 2019) malam mereka janjian untuk melaksanakan tawuran dan mereka menganggap tawurannya sebagai hiburan," kata Budhi, di Mapolres Jakarta Utara, Selasa, 26 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, tersangka dan korban sudah tawuran sebanyak dua kali. Tawuran pertama berlangsung di depan Rumah Sakit Mitra Kemayoran. Namun, tawuran itu dihalau warga sehingga mereka bubar.
 
"Kemudian janjian lagi karena mereka satu grup," jelas dia.
 
Tawuran berlanjut Minggu, 24 November 2019, di Jalan Sunter Kangkungan, Sunter Jaya. Dalam perseteruan itu, Herly dibacok di pinggir Kali Sunter. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kemayoran, tetapi tak terselamatkan.
 
Dalam kurun waktu kurang dari 15 jam setelah kejadian, polisi menangkap delapan orang yang diduga ikut dalam tawuran antargeng motor tersebut. Dua orang, FI, 16, dan FA, 14, ditetapkan sebagai tersangka. Enam orang lainnya berstatus saksi.
 
Budhi menyebut FI yang menganiaya korban dengan senjata tajam. Meski tersangka masih di bawah umur, polisi menetapkan pasal yang sama dengan orang dewasa. Dia dikenakan Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP juncto Pasal 56 juncto Pasal 358 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif