Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. BNPB
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. BNPB

Satgas Minta Pemda Antisipasi agar Pandemi Tetap Terkendali

Nasional Mudik Lebaran Virus Korona arus balik pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Ramadan 2021
Ferdian Ananda • 10 Juni 2021 07:57
Jakarta: Perkembangan kasus covid-19 memasuki minggu ke-3 usai Idulfitri 2021 terlihat masih mengalami tren naik. Walau tak setinggi 2020, pemerintah daerah (pemda) tetap diminta mengantisipasi lonjakan covid-19.
 
"Jangan sampai terlambat hingga situasinya menjadi kritis dan tidak terkendali. Mohon kepada seluruh bupati dan wali kota untuk segera memperbaiki penanganan covid-19 di daerahnya masing-masing," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 Juni 2021.
 
Pada 2020, kenaikan kasus covid-19 mencapai 80,5 persen. Sementara pascamusim Mudik 2021, kenaikan kasus berada di 53,4 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbedaan kenaikan covid-19 di kedua musih terlihat semakin signifikan. Meski demikian, potensi lonjakan masih menghantui. Pemerintah daerah harus selalu mengantisipasi lonjakan kasus.
 
Baca: Kasus Covid-19 di 5 Provinsi Meningkat Tajam Usai Lebaran
 
DKI Jakarta dan Jawa Tengah masih menjadi penyumbang kasus covid-19 pascamusim mudik. Pada 2020, kenaikan tertinggi berada di Jawa Timur naik 535 persen, diikuti Sulawesi Selatan naik 293 persen, Kalimantan Selatan naik 113,8 persen, Jawa Tengah naik 44,2 persen, dan DKI Jakarta naik 38,4 persen.
 
Sementara pada 2021, Jawa Tengah naik 120 persen, Kepulauan Riau naik 82 persen, Sumatra Barat naik 73 persen, DKI Jakarta naik 63 persen, dan Jawa Barat naik 23 persen. "Namun, kita tidak bisa hanya melihat keadaan di tingkat provinsi saja. Perlu melihat lebih jauh di tingkat kabupaten dan kota," kata Wiku.
 
Sebelumnya, Wiku menyebut kondisi covid-19 di sembilan kabupaten/kota mengkhawatirkan. Kasus aktif di wilayah tersebut meningkat 70 hingga 100 persen.
 
"(Tertinggi) pertama, ada Kudus. Dengan kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594 persen," kata Wiku secara virtual, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.
 
Sementara itu, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Kudus sudah mencapai 90,2 persen. Lonjakan covid-19 di Kudus disusul Jepara dengan kenaikan kasus 685 persen dan BOR mencapai 88,18 persen.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif