Ilustrasi stunting. Foto: DOk.MI
Ilustrasi stunting. Foto: DOk.MI

Pemerintah Targetkan Stunting Turun Menjadi 14 Persen

Nasional presiden jokowi stunting
Syarief Oebaidillah, Media Indonesia.com • 25 Agustus 2020 20:06
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen pada 2024. Saat ini persentase stunting Indonesia mencapai 27 persen.
 
"Bapak Presiden (Joko Widodo) memberikan arahan target pemerintah sampai tahun 2024 angka stunting kita bisa turun hingga 14 persen," kata Muhadjir dalam konferensi pers virtual Selasa, 25 Agustus 2020.
 
Muhadjir mengatakan semua pihak harus melakukan langkah di luar kebiasaan untuk mencapai target itu. Di antaranya menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mencegah stunting sebelum pernikahan terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sebagai Menko PMK melihat posisi dari BKKBN sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap masalah perencanaan keluarga itu menjadi salah satu lembaga yang bisa diperankan sebagai tulang punggung dalam upaya kita menangani stunting ini," kata Muhadjir.
 
Baca: 3 Kabupaten/Kota di Jateng Tertinggi Stunting
 
Menurut Muhadjir, perencanaan keluarga berperan penting mengurangi angka stunting, termasuk perencanaan keluarga baru atau perencanaan calon pengantin. Program perencanaan keluarga akan direvitalisasi dan digalakkan.
 
Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan ada beberapa program yang akan dilakukan untuk mencegah stunting. Di antaranya program perencanaan kehamilan untuk menjaga jarak kehamilan yang juga menentukan kualitas anak, dan perencanaan pranikah.
 
Mengenai perencanaan pranikah, kata Hasto, akan ada edukasi tentang kesehatan reproduksi yang baik dan mempersiapkan kehamilan yang sehat. Pendekatan tersebut perlu dilakukan sejak dini, termasuk persiapan psikologi dan ekonomi.
 
"Oleh karena itu nasihat Pak Menteri untuk kita berikan persiapan pengantin kemudian memberikan pra nikah ini jadi penting sekali. Kami akan bekerja di situ, di hulu memberi konseling pra nikah mencegah terjadinya stunting memberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi," kata Hasto.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif