Ombudsman Diminta Terlibat Pemberantasan Korupsi
Diskusi '10 tahun Undang- undang Nomor 37 tahun 2008' di Kantor Ombudsman - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Jakarta: Anggota Komite Ombudsman Nasional (KON) Bagir Manan meminta instansinya terlibat memerangi praktik korupsi yang terkait jabatan publik. Bagir menyebut Ombudsman tidak boleh tinggal diam terkait etik pejabat publik. 

"Kalau kita sudah bicara etika lemahnya jabatan publik, Ombudsman boleh masuk karena di sana ada unsur etik, bagian penegak etik," kata Bagir dalam diskusi '10 tahun Undang- undang Nomor 37 tahun 2008', di Gedung Ombudsman, Jakarta Pusat, Senin, 8 Oktober 2018. 

Ia menyebut rekomendasi yang kerap diberikan oleh Ombudsman diharapkan mempunyai hasil konkret tidak hanya bagi pelayanan publik atau swasta. 


"Jadi kita jangan lagi persoalkan status lembaga negaranya tapi bagaimana hasil kerjanya itu memiliki manfaat riil," tambah dia. 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron mengkritik kerja Ombudsman. Dia bilang belum bisa mencegah korupsi dalam pengawasan maladministrasi dan pelayanan publik.

"Belum mampu menggaransi seluruh masyarakat bahwa pelayan publik di Indonesia akan jauh lebih baik," imbuh dia. 

(Baca juga: Ombudsman Keluhkan Fasilitas Kantor)


 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id