Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: MI/Adam Dwi)
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: MI/Adam Dwi)

JK Sebut Pelayanan Kesehatan Bisa Menjadi Industri

Nasional jusuf kalla
Achmad Zulfikar Fazli • 29 April 2019 12:44
Bogor: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut pelayanan kesehatan di Indonesia seperti rumah sakit bisa menjadi industri. Sebab, saat ini banyak masyarakat Indonesia yang menghabiskan uang hingga triliunan rupiah di Singapura, hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
 
"Ini sekarang tentu pelayanan kesehatan bisa jadi industri kayak Singapura, sehingga triliunan rupiah orang Indonesia banyak dihabiskan untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik," kata JK dalam sambutannya di acara persemian gedung baru di RS PMI, Bogor, Jawa Barat, Senin, 29 April 2019.
 
Dia ingin Bogor dengan penduduk hampir lima juta orang juga bisa menjadi daerah percontohan industri kesehatan. Namun, itu bisa terwujud bila pelayanan kesehatan yang diberikan sudah baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau Pak Wali (Kota Bogor) mengubah strateginya, Bogor bisa jadi kesehatan turis. Jadi (rumah sakit) akan laku," ujar dia.
 
Singapura, kata dia, mendapat banyak keuntungan dengan industri kesehatan. Sebab, dengan industri kesehatan tersebut, para turis bisa lebih lama berada di Singapura. Bahkan, bukan hanya satu sampai tiga orang yang datang, tapi juga bisa satu keluarga.
 
Baca juga:JK Resmikan Gedung Baru di RS PMI
 
Dia mencontohkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang sudah beberapa satu bulan lebih berada di Singapura. Dia menetap di Negeri Singa dalam waktu lama karena sang istri, Ani Yudhoyono tengah dirawat. Anak serta koleganya pun datang ke Singapura untuk menjenguk.
 
Namun, terang dia, membawa seseorang berobat ke Singapura bukan jaminan bisa sembuh. Adapula, pasien yang meninggal dunia meski sudah ditangani secara intensif.
 
"Kalau lihat di koran makin banyak orang terkenal yang meninggal di Singapura daripada di Jakarta. (Jadi) Enggak berarti ke Singapura sembuh," ucap dia.
 
Di sisi lain, JK menyampaikan ada tiga unsur yang harus diperhatikan agar rumah sakit di Indonesia diminati masyarakat. Rumah sakit harus memiliki dokter dengan keahlian yang baik, teknologi yang maju dan pelayanan yang baik.
 
"Jadi tiga hal ini saling bergantung. Gimana dokter melayani dengan keahlian yang tinggi, teknologi dan unsur pelayanan," ujar dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif