Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (MI/Mohamad Irfan)
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (MI/Mohamad Irfan)

'Tabokan' Jokowi Isyarat Bagi Penegak Hukum

Nasional pilpres 2019 hoax
M Sholahadhin Azhar • 24 November 2018 02:55
Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melihat pernyataan Presiden Joko Widodo yang akan menabok penyebar hoaks dan fitnah sebagai isyarat. Menurutnya, penegak hukum harus bergerak mencari pihak yang dimaksud presiden.
 
"Karena itu selayaknya pihak aparat pasti akan turun tangan untuk mengusutnya," kata Tjahjo melalui pesan singkat, Sabtu, 24 November 2018.
 
Ia melihat sikap Jokowi menggunakan diksi tabok, sangatlah manusiawi. Sebagai presiden, pastinya akan jengkel jika diisukan miring, apalagi berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Tjahjo melihat fitnah ini sebagai serangan langsung pada presiden, seorang simbol negara. Sehingga wajar jika aparat turun tangan.
 
"Mencari siapa aktor intelektualnya dan kemudian harus kita hentikan wacana fitnah dari medsos khususnya," imbuh Tjahjo.
 
Ia menyayangkan situasi menjelang pemilihan umum, yang justru diramaikan hoaks dan fitnah. Padahal seharusnya, ada unsur pendidikan politik melalui adu narasi kedua kubu.
 
Tjahjo sendiri berharap media sosial bersih dari isu-isu kontra produktif yang tidak mencerdaskan rakyat. Terlebih memfitnah pimpinan tertinggi negara.
 
"Karena itu artinya adalah serangan langsung terhadap simbol negara," tandas Tjahjo.
 
Baca:Jokowi Ingin Tabok Penyebar Berita Dirinya PKI
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi