NEWSTICKER
Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soetta, Tangerang, Banten, bersiap melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang mendarat di Terminal 3, Rabu, 22 Januari 2020. Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soetta, Tangerang, Banten, bersiap melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang mendarat di Terminal 3, Rabu, 22 Januari 2020. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Alasan Pemerintah Belum Jemput ABK di Jepang

Nasional Virus Korona
Sri Yanti Nainggolan • 19 Februari 2020 17:23
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sengaja tidak segera menjemput 75 warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Diamond Princess pascakarantina virus korona di Jepang. Penanganan terhadap mereka berbeda dengan penjemputan WNI di Wuhan, Hubei, Tiongkok.
 
"Karena perlu kajian lebih dalam. Sudah mau akhir 14 hari kok masih ada yang positif (COVID-19)," kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Menurut dia, kondisi kapal Diamond Princess sejatinya sama seperti Wuhan yang dikunci arus keluar masuknya. Seluruh kapal beserta isinya harus diobservasi karena ada penumpang yang positif COVID-19. Namun, sistem ini memicu penularan virus berkesinambungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam waktu 14 hari, hampir tiap hari ada yang positif. Ada yang hari ke-5 atau 6. WNI kita (dinyatakan positif) pada hari ke-10," papar dia.
 
Yuri menilai potensi penularan terjadi karena sirkulasi di dalam kapal tertutup. Udara yang berputar tidak berubah, hanya berkutat di area kapal sehingga penyebaran virus lebih mudah.
 
Alasan Pemerintah Belum Jemput ABK di Jepang
Sejumlah WNI beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Selasa, 4 Februari 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat
 
"Inilah kenapa Menkes (Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto) sarankan ke Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) supaya tak buru-buru menjemput seperti di Hubei meski negara lain sudah rencana mau ambil (warga negara mereka)," simpul dia.
 
Dia menambahkan sampai saat ini juga belum ada pedoman standar dari pemerintah Jepang terkait pemulangan warga negara yang sehat selama karantina. Belum diketahui kapan WNI ini akan dipulangkan.
 
"Khusus Diamond Princess, bukan kasus sederhana tapi kita yakin WNI ditangani dengan baik dan cepat," jelas Achmad.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif