Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soetta, Tangerang, Banten, bersiap melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang mendarat di Terminal 3, Rabu, 22 Januari 2020. Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soetta, Tangerang, Banten, bersiap melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang mendarat di Terminal 3, Rabu, 22 Januari 2020. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Jokowi Ingin Data Terkait Virus Korona Rutin Disebarkan

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 11 Februari 2020 16:47
Jakarta: Presiden menginstruksikan informasi mengenai pengendalian virus korona rutin disampaikan kepada media: pagi, siang, dan malam. Data yang disiarkan harus akurat sesuai dengan fakta.
 
"Sehingga persepsi yang ada di luar kepada pemerintahan Indonesia betul-betul sangat serius dalam menangani ini," kata Presiden dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Kepala Negara mengapresiasi peran seluruh kementerian/lembaga, terutama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam menangani wabah ini. Sebanyak 62 pasien terduga terjangkit virus korona dinyatakan negatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira ini menunjukkan kewaspadaan kita, kehati-hatian kita, ekstra kerja keras kita, sehingga virus itu tidak masuk ke Indonesia," jelas dia.
 
Jokowi Ingin Data Terkait Virus Korona Rutin Disebarkan
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Ramdani
 
Hingga kini, Kemenkes sudah memeriksa 64 kasus dugaan virus korona. Sebanyak 62 kasus terbukti negatif, sedangkan dua kasus masih dalam pemeriksaan. Kasus-kasus ini berasal dari 16 provinsi.
 
Jumlah korban tewas akibat virus korona di sejumlah negara mencapai 1.011, per hari ini. Lonjakan kematian pada Senin, 10 Februari 2020, mencapai 103 korban menjadi yang tertinggi sejak virus muncul di pasar hewan liar di Wuhan, Hubei, Tiongkok, pada Desember 2019.
 
Peneliti Tiongkok menduga trenggiling sebagai pembawa virus korona. Sisik spesies dilindungi itu biasa dipakai untuk pengobatan tradisional di Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan perlunya langkah lebih tegas menanggulangi wabah ini.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif