Petugas medis menggelar rapid test covid-19 dengan sampel darah yang telah diambil secara door to door dari sejumlah kecamatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis,  26 Maret 2020. Foto: Antara/Paramayuda
Petugas medis menggelar rapid test covid-19 dengan sampel darah yang telah diambil secara door to door dari sejumlah kecamatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Foto: Antara/Paramayuda

Warga Wajib Rapid Test Bila Tiada Larangan Mudik

Nasional Virus Korona
Anggi Tondi Martaon • 11 April 2020 01:04
Jakarta: Pemerintah pusat dinilai harus menjalankan rapid test kepada seluruh masyarakat, terutama warga DKI Jakarta, jika tak melarang mudik. Hal ini diperlukan untuk memastikan kesehatan publik.
 
"Tes itu harus dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat apakah dia terpapar (virus korona atau covid-19) atau tidak," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Syarief Abdullah Alkadrie kepada Medcom.id, Jumat, 10 April 2020.
 
Selain itu, pemerintah harus memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di daerah, mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga ketersediaan alat pelindung diri (APD). Pasalnya, penanganan pasien virus korona sangat spesifik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika itu tidak ada di daerah tentu akan kewalahan dan menimbulkan banyak korban yang lain," ungkap dia.
 
Di sisi lain, politikus Partai NasDem itu berharap pemerintah melarang warga pulang kampung pada Lebaran 2020. Dia menilai membiarkan warga mudik akan membuat penyebaran virus korona semakin meluas.
 
Dia meyakini pelarangan mudik bakal dipatuhi masyarakat. Kondisi bakal berbeda jika pemerintah hanya mengeluarkan imbauan.
 
"Kalau saya kira cuma imbauan saya kira tidak usah disampaikan. Karena sangat kecil untuk dipatuhi," ujar dia.
 
Warga Wajib <i>Rapid Test</i> Bila Tiada Larangan Mudik
 
Baca: Ridwan Kamil Minta MUI Pertimbangkan Fatwa Haram Mudik
 
Jumlah pasien positif korona di seluruh Indonesia per Jumat, 10 April 2020, mencapai 3.512 orang dengan 219 di antaranya kasus baru. Sebanyak 282 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 306 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.
 
Pasien penyakit dengan gejala flu, demam, hingga sesak napas itu kebanyakan berada di DKI Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 1.810 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 1.139 pasien dirawat, 433 isolasi mandiri, 82 telah sembuh, dan meninggal 156 orang.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif