Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kasus Mingguan Menurun, Masyarakat Diajak Segera Vaksinasi

M Iqbal Al Machmudi • 21 Maret 2022 01:20
Jakarta: Kasus konfirmasi harian covid-19 kembali menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, bahkan lebih rendah dibandingkan angka kasus akhir Januari 2022 lalu. Kasus konfirmasi hari ini tercatat di angka 7.951 kasus, turun dari angka yang tercatat kemarin yaitu 9.528 kasus.
 
Penurunan kasus konfirmasi harian selama seminggu terakhir sebesar 50,33 persen ketimbang pekan sebelumnya. Penuruan kasus konfirmasi hari ini diikuti pula penurunan keterisian rumah sakit (BOR) yang tercatat di angka 15 persen.
 
Masyarakat diajak terus mempertahankan tren penurunan covid-19. Salah satu caranya, dengan vaksinasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami imbau masyarakat untuk segera vaksinasi, baik vaksinasi primer maupun booster, untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus seperti yang saat ini terjadi di beberapa negara lain, seperti Jerman, Perancis, Inggris, maupun Kanada," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Ia mengatakan lonjakan kasus di beberapa negara di Eropa disebabkan distribusi sub-varian Omicron BA.2 yang kini menjadi varian mayoritas di beberapa negara. Kendati sub-varian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia, lonjakan kasus di Indonesia karena sub-varian Omicron tersebut masih bisa dikendalikan hingga hari ini.
 
Baca: 20 Maret, 2,7 Juta Lansia Terlindungi Vaksin Dosis Lengkap
 
Nadia juga menyoroti terkait dengan survei serologi. Meskipun angka antibodi terhadap SARS-CoV-2 bagi responden cukup tinggi, bukan berarti masyarakat terbebas dari infeksi covid-19. Antibodi yang tinggi berarti mampu mengurangi dampak gejala berat dan risiko kematian akibat terinfeksi covid-19.
 
"Kemungkinan untuk terinfeksi covid-19 masih ada. Hanya saja risiko bergejala berat dan kematian akibat covid-19 berkurang. Terutama bagi golongan lanjut usia dan yang memiliki komorbid sangat perlu mendapat perlindungan dari vaksinasi lengkap dan booster," ujarnya.
 
Ia menekankan target vaksinasi perlu dikejar lebih cepat. Ini akan mempercepat pembentukan kekebalan kelompok di populasi penduduk Indonesia. Terutama, untuk mencegah kembali lonjakan kasus.
 
Hingga 20 Maret 2022, vaksinasi dosis satu telah diberikan kepada 194.654.514 (93,46 persen) penduduk. Kemudian, vaksinasi dosis dua telah diberikan kepada 153.832.549 (73,86 persen) penduduk. Lalu, vaksinasi dosis tiga telah diberikan kepada 16.242.588 (7,80 persen) penduduk.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif