Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Mirdal Akib: Pemuda Indonesia Mampu Guncang Dunia

Nasional Sumpah Pemuda kepemudaan media group
Siti Yona Hukmana • 24 Oktober 2020 16:55
Jakarta: CEO Media Group Mirdal Akib menyebut jumlah anak mudaIndonesia saat ini 65 persen dari total populasi 268 juta penduduk. Pemuda-pemudi itu diyakini mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.
 
"Yang bisa mengguncangkan dunia adalah pemuda pemuda yang memiliki karakter kuat, pikiran besar, jiwa besar, bukan yang cuma main Instastory, tapi juga bisa memikirkan bagaimana Indonesia 20 tahun ke depan," kata Mirdal dalam webinar Festival Sumpah Pemuda dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Chongqing, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Mirdal meminjam kata-kata Presiden pertama Soekarno. Pemimpin Indonesia yang akrab disapa Bung Karno itu mengatakan jika mendapat 1.000 orang tua, dia akan mencabut Gunung Semeru. Jika diberi 10 pemuda, Soekarno yakin mereka akan mengguncangkan dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Bung Karno menyatakan kata-kata itu pada 1947. Saat itu pemuda yang sarjana, bisa baca tulis, hanya sedikit. Kemudian, tingkat buta huruf Indonesia saat itu mencapai 95 persen.
 
"Jadi hanya dengan kondisi seperti itu Bung Karno mengatakan kasih saya 10 pemuda saya sudah bisa guncangkan dunia," ujar Mirdal.
 
Dia memandang pemuda Indonesia sangat luar biasa, bahkan tidak kalah dengan pemuda lain di dunia. Seluruh pelajar diyakini memiliki semangat untuk membawa bangsa Indonesia lebih baik lagi ke depan.
 
"Kita harus yakini itu karena tidak ada satu pun peristiwa sejarah di Indonesia yang tidak dipelopori oleh pemuda," ungkap dia.
 
Dia berkisah kondisi Jepang pada Agustus 1945 saat pemboman Hirosima dan Nagasaki. Jepang berada pada titik nol, tetapi bisa bangkit kembali. Saat itu, populasi pemuda Jepang 70 persen, sedangkan 30 persen lainnya orang tua.
 
Baca: Saatnya Pemuda Berperan, Bukan Baperan
 
Mirdal menuturkan Jepang beranjak naik dengan luar biasa disiplin untuk mengejar ketertinggalan. Jepang berhasil bangkit dari keterpurukan pada 1949.
 
"Siapa yang membuat bangkit dari keterpurukan yaitu generasi-generasi muda saat itu, hanya dalam tempo 20 tahun bonus demografi ini bisa membuat Jepang yang tadinya di posisi bawah karena bom Hirosima dan Nagasaki, akhirnya bisa ke dalam posisi tiga besar ekonomi terbesar di dunia," beber Mirdal.
 
Bonus demografi itu disebut tidak hanya terjadi di Jepang. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga mengalami hal yang sama, yakni pemuda berperan besar dalam memajukan negara.
 
"Bagaimana dengan Indonesia, hari ini Indonesia mengalami bonus demografi. Artinya apa? Mayoritas anak-anak muda. Kondisinya sama dengan waktu Jepang dulu awal-awal bangkit, artinya Indonesia punya peran luar biasa untuk kemudian mengulang sequence 20 tahunan yang terjadi di negara-negara lain ini," tutur Mirdal.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif