Aksi unjuk rasa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Antara/Akbar Nugroho Gumay
Aksi unjuk rasa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Antara/Akbar Nugroho Gumay

285 Pedemo UU Ciptaker di Jakarta Diduga Membawa Sajam

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 09 Oktober 2020 17:25
Jakarta: Polisi menangkap 1.192 orang dari aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang berujung ricuh di DKI Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Sebanyak 285 di antaranya membawa senjata tajam (sajam).
 
"Terindikasi 285 orang (membawa sajam), baik itu dia melakukan pengeroyokan, dia melakukan suatu tindakan ada yang membawa sajam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Yusri mengatakan indikasi itu perlu didalami. Polisi juga belum menetapkan tersangka terhadap ratusan orang yang diduga membawa sajam tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita baru melihat misalnya kejahatannya dia merusak ada perusakan kalau misalnya dia mengeroyok ada pasal pengeroyokan, nanti masih kita dalami ada indikasi ke sana hasil keteranganya kita update," kata Yusri.
 
Baca: 25 Halte TransJakarta Rusak, Kerugian Capai Rp65 Miliar
 
Sebelumnya, sebanyak 1.192 orang ditangkap akibat merusuh saat demo UU Ciptaker. Mereka terdiri dari siswa sekolah teknik menengah (STM), mahasiswa, buruh, dan pengangguran.
 
Kerusuhan terjadi di sejumlah daerah di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Seperti di DKI Jakarta, 18 pos polisi dirusak dan dibakar. Kemudian, sebanyak 20 halte bus TransJakarta juga dirusak.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif