Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Laporan Pengelolaan Limbah Infeksius Covid-19 dari Pemda Ditagih

Nasional Virus Korona Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Anggi Tondi Martaon • 31 Oktober 2020 11:37
Jakarta: Pemerintah daerah diminta melaporkan pengelolaan limbah infeksius penanganan covid-19 yang berasal dari fasilitas kesehatan (faskes). Laporan harus disampaikan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 
"Gubernur dan bupati/walikota untuk memastikan bahwa limbah B3 dari faskes masa pandemi ini terdata dan dilaporkan pengelolaannya," kata Direktur Jenderal (Dirjen) PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2020.
 
Perintah pelaporan tersebut sudah disampaikan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia melalui surat Nomor S.401/PSLB3/PS/PLB.0/10/2020. Surat yang diterbitkan pada 27 Oktober 2020 itu sebagai respon temuan limbah penanganan covid-19 di tempat pemroses akhir (TPA) rumah tangga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rosa menegaskan limbah covid-19 tidak boleh dibuang di TPA. Dikhawatirkan, limbah tersebut terkontaminasi virus korona.
 
“TPA sampah rumah tangga atau sejenis tidak diperbolehkan sebagai tempat pembuangan limbah medis (limbah infeksius covid l-19)," ungkap dia.
 
Selain itu, Rosa mengimbau pemda aktif menyosialisasikan pengelolaan limbah infeksius kepada masyarakat. Sebab, limbah ini juga tidak hanya bersumber dari faskes.
 
Sebelumnya, limbah infeksius covid-19 sering ditemukan di TPA rumah tangga, salah satunya di TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sampah medis tersebut dikhawatirkan pernah digunakan Tim Surveillance yang melakukan pemeriksaan rapid test dan swab test.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif