Puncak May Day, Menaker Buka Final Lipesia 2018

Gervin Nathaniel Purba 01 Mei 2018 17:17 WIB
berita kemenaker
Puncak May Day, Menaker Buka Final Lipesia 2018
Menaker M Hanif Dhakiri membuka final Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (Foto:Gervin Nathaniel Purba)
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri membuka final Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) yang mempertemukan kesebelasan PT Thiess Sangata, Kalimantan Timur melawan PDAM Polewali Mandar, Sulawesi Barat, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2018.

Lipesia merupakan rangkaian kegiatan Hari Buruh Internasional 2018 (May Day) yang telah dimulai sejak 17 Desember 2017 di Surabaya, Jawa Timur. Final hari ini sebagai kegiatan puncak May Day. Tendangan kick-off dilakukan oleh Hanif dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menandai dimulainya final Lipesia.

Hanif dalam kata sambutannya mengatakan, Lipesia merupakan cara pemerintah memeriahkan Hari Buruh Internasional. Kegiatan ini melambangkan para buruh yang bekerja keras tanpa lelah, memiliki stamina yang kuat, serta selalu optimistis menghadapi tantangan.


"Kita memeringati Hari Buruh dengan cara yang berbeda," ujar Hanif.

Hanif menegaskan pemerintah terus memperbaiki kualitas pekerja, tingkat kesejahteraan pekerja, dan memberikan perlindungan kepada pekerja pada saat datang ancaman digitalisasi. Bentuk perlindungan yang diberikan melalui pelatihan kerja.


(Foto:Gervin Nathaniel Purba)

"Kita memberikan pelatihan. Orang yang tidak punya skill, menjadi punya skill. Yang sudah punya skill ,ditingkatkan skill-nya," kata dia.

Ia mengapresiasi para buruh yang mampu menjaga suasan kondusif dalam peringatan May Day. "Saya sampaikan kepada pemimpin serikat pekerja bahwa kegiatan hari berlangsung aman," katanya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menegaskan pemerintah selalu hadir di tengah para pekerja Indonesia. Tak lupa ia mengucapkan selamat bertanding kepada finalis.

"Selamat bertanding Lipesia. Mudah-mudahan berjalan lancar dan tertib," kata Moeldoko.


(Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Rangkaian kegiatan Lipesia diikuti 544 klub yang berasal dari pekerja dan pengusaha di 34 provinsi. Lipesia terinspirasi dari Galakarya yang pernah populer pada era 1970-an dan 1980-an. 

Galakarya saat itu melahirkan para pemain sepakbola yang ikut memperkuat tim nasional. Lipesia diselenggarakan atas prakarsa Kemenaker bekerja sama dengan Kemenpora, Apindo, dan PSSI.


(Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Juara Lipesia tahun ini selain mendapatkan piala bergilir Presiden, juga berhak mengantongi uang pembinaan yang diberikan kepada juara I Liga. Juga akan diberikan penghargaan kepada pemain dengan kategori top scorer, pemain terbaik, dan goalkeeper terbaik.

Lipesia diawali di zona Jatim pada 17 Desember 2017, dan dilanjutkan di zona Kepri, Sumut, Bangka Belitung, dan Jambi, dengan melibatkan tim sepak bola dari unsur pekerja dan pengusaha.



(ROS)