Kondisi permukiman warga yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur. Branda Antara
Kondisi permukiman warga yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur. Branda Antara

Pascaerupsi Semeru, Warga Diminta Beraktivitas di Luar Radius 1 Km

Nasional Erupsi Gunung gunung semeru Gunung Semeru Meletus Gunung Semeru Erupsi
Insi Nantika Jelita • 06 Desember 2021 00:09
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Semeru beraktivitas di luar radius 1 kilometer (km) dari kawah/puncak gunung. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sunga sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
 
"Tingkat aktivitas Gunung api Semeru saat ini tetap di Level II (Waspada), untuk itu diimbau ke masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 Desember 2021.
 
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menyebut pihaknya telah memberikan informasi kepada pemangku kepentingan di daerah sejak 1 Desember 2021. Infomrmasi terkait awan panas guguran dengan jarak luncur 1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan arah luncuran ke tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah ada peningkatan (aktivitas Gunung api Semeru) pada 1 Desember 2020. Sudah terjadi awan panas guguran dan hal ini sudah kami sampaikan kepada para stakeholder di daerah melalui grup WhatsApp," kata Andiani
 
Selain itu pada 2 Desember 2021, pihaknya telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Jawa Timur, Bupati Lumajang, dan Bupati Malang mengenai kondisi kekinian beserta imbauan tersebut. PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung api Semeru menyatakan bakal memantau selama 24 jam dalam satu hari dan melaporkan hasil pengamatan tersebut setiap 6 jam.
 
Hasil pengamatan tersebut juga disampaikan melalui grup WhatsApp yang beranggotakan Muspida, Pemerintah Daerah, penambang, relawan, tokoh masyarakat, dan BPBD setempat. "Selain itu pemberian informasi peringatan dini juga kami lakukan melalui aplikasi MAGMA Indonesia (magma.vsi.esdm.go.id) yang merupakan aplikasi kebencanaan yang dimiliki oleh Badan Geologi, website PVMBG yaitu vsi.esdm.go.id," papar Andiani.
 
Masyarakat juga diimbau tidak terpancing berita-berita yang tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Semeru. Masyarakat diminta mencari informasi di situs tepercaya.
 
Baca: 2.970 Rumah di Lumajang Terdampak Awan Panas Guguran Semeru
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif