Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Teroris 'Dua Kaki' Selalu Memanfaatkan Pemilu

Nasional terorisme radikalisme
Nur Azizah • 11 Juli 2019 14:07
Jakarta: Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan setuju dengan pernyataan pengamat terorisme Noor Hadi yang mengatakan terorisme berstandar ganda. Di satu sisi, mereka mengikuti proses demokrasi, di sisi lain teroris berniat mendirikan negara baru.
 
"Ada kelompok garis keras yang menunggangi. Biasanya mereka memanfaatkan pilkada, pileg, dan pilpres," kata Trimedya saat dihubungi, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Bahkan, lanjut Trimedya, tak sedikit dari kelompok teroris masuk dalam pendukung caleg dan capres. Puncaknya, saat aksi 21 dan 22 Mei di Bawaslu beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meraka punya agenda sendiri. Tapi semua sudah tercium oleh BIN (Badan Intelijen Negara), TNI, dan Polri," ujar dia.
 
Baca juga:Izin Organisasi 'Radikal' Diminta Dicabut
 
Politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan TNI/POLRI selalu meningkatkan kewaspadaan. Mereka tidak boleh lengah.
 
"Tidak boleh 'tidur' karena bahaya itu tetap ada," ujar dia.
 
Trimedya yakin sepanjang TNI/POLRI dan BIN solid ancaman terorisme bisa ditangani. Sebab, ketiga lembaga itu pandai membaca bibit terorisme dari akar.
 
"Sepanjang TNI/POLRI dan BIN solid enggak perlu khawatir. BIN bisa memantau dari bawah, dari kabupaten. Itu sudah bisa dia deteksi dini," pungkas dia.
 
Sebelumnya, pengamat terorisme Noor Hadi mengatakan jaringan terorisme Jamaah Islamiah (JI) kembali bangkit. Para pengikutnya aktif di gerakan sosial.
 
Bahkan, beberapa diantara aktif dalam bidang kebudayaan dan bahkan pendidikan. Tak hanya itu, anggota JI 'menyamar' dalam demokrasi Indonesia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif