Kerusuhan di Manokwari. Dok : AFP.
Kerusuhan di Manokwari. Dok : AFP.

Kerusuhan Papua Meniru Strategi Militer

Nasional Kerusuhan Manokwari
Sri Yanti Nainggolan • 22 Agustus 2019 04:32
Jakarta: Pakar pertahanan dan keamanan Yono Reksoprodjo melihat kerusuhan yang melibatkan warga Papua di berbagai daerah bisa dikategorikan sebagai strategi propaganda.Kerusuhan terbaru terjadi di Fakfak, Papua Barat, di mana bendera bintang kejora sempat dinaikkan di kantor dewan adat pada Rabu, 21 Agustus 2019.
 
Ia menjelaskan bahwa strategi pemilu 2019 kemarin menggunakan strategi propaganda yang meniru strategi propaganda militer: deception, diverse, divide.
 
"Kalau mau perang dan pasukan kita sedikit, maka harus ada tindakan-tindakan yang mengurangi kekuatan lawan," kata dia saat ditemui medcom.id di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, deception dilakukan dengan memberikan hal-hal bohong yang secara otomatis menciptakan perpecahan atau perbedaan (diverse). Pada akhirnya lawan pun terpecah (divide).
 
"Hal ini ternyata berlaku. Padahal dari kemarin-kemarin kita sudah warning. Masyarakat sendiri tak menduga akibatnya bakal seperti ini," tukas dia.
 
Yono pun yak memungkiri bahwa dunia siber turut berperan. Oleh karena itu, ia menyarankan diperlukannya pengaturan dan koordinasi dari berbagai lembaga negara untuk menjaga perdamaian bangsa. Beberapa diantaranya tanggung jawab keamanan diserahkan pada kepolisan. Kemudian konten informasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
 
"Untuk sarana, peran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) lebih tinggi," tambah dia.

 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif