Suasana Kakbah. Foto: MI/Dika Kardi.
Suasana Kakbah. Foto: MI/Dika Kardi.

Pemerintah Diminta Tak 'Main Aman' Soal Biaya Haji

Nasional ibadah haji
Eko Nordiansyah • 22 Januari 2020 00:50
Jakarta: Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj meminta pemerintah tidak bermain aman dengan tidak menaikkan ongkos haji untuk mendapatkan popularitas. Menurut dia, sikap bermain aman ini dinilai dapat membahayakan penyelenggaraan ibadah haji.
 
“Jika pemerintah ingin selalu posisi aman dan mengambil putusan populer maka struktur keuangan haji bisa timpang, tergerus dan berbahaya,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Mustolih menambahkan, banyak faktor yang memengaruhi naiknya biaya ibadah haji. Salah satu yang cukup berpengaruh adalah naiknya biaya penerbangan yang menurutnya menyita 60 persen dari biaya haji yang dianggarkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kenaikan biaya riil haji, tidak diiringi dengan kenaikan biaya direct cost, sedangkan hal ini berdampak pada peningkatan tajam pada penggunaan nilai manfaat untuk menutup biaya rill yang diperlukan,” jelasnya.
 
Sebagai informasi, biaya rill cost yang dikeluarkan untuk keberangkatan setiap jamaah haji sebesar Rp70 juta pada tahun lalu, sedangkan kewajiban yang dibayarkan oleh jamaah hanya Rp35 juta dan sisanya dikeluarkan dari investasi dan subsidi nilai manfaat.
 
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus sebelumnya membenarkan bahwa sejumlah komponen BPIH kembali meningkat tahun ini. Misalnya, pengharusan visa dari Kerajaan Arab Saudi sebesar 300 Real per kepala, padahal tahun lalu hal tersebut belum ada.
 
"Masalahnya ketika menteri (Menteri Agama, Fachrul Razi) rapat dengan Komisi VIII, dia menyatakan tidak akan ada kenaikan. Padahal tahun ini ada banyak komponen biaya tambahan yang memang tidak bisa dihindari," kata Ihsan.
 
Selain soal visa, ada pula penambahan fasilitas makan, yang sebelumnya 40 kali menjadi 50 kali. Ihsan juga menekankan mengenai kenaikan harga bahan bakar pesawat, avtur, yang juga menjadi salah satu penyebab naiknya ongkos haji.
 
Namun demikian Ihsan menyadari, bahwa penyesuaian BPIH ini tidak bisa dilakukan secara serta-merta. Melainkan harus dilakukan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar memahami seluruh komponen biaya haji, dan ada subsidi di dalamnya.
 
"Tiga tahun belum pernah ada penyesuaian, artinya subsidi ini bisa saja mengambil dari calon-calon jemaah haji yang belum berangkat. Dan setiap tahun subsidinya naik terus. Nah ini yang jadi masalah," tutur dia.
 

(EKO)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif