Aparat bentrok dengan massa anarkis di Kemanggisan. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Aparat bentrok dengan massa anarkis di Kemanggisan. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Aparat Bentrok dengan Massa Anarkis di Kemanggisan

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Faisal Abdalla • 23 Mei 2019 00:56
Jakarta: Aksi massa di Jalan Kemanggisan Utama sempat memanas. Aparat Brimob sempat bentrok dengan massa anarkis.
 
Bentrok terjadi sekira pukul 21.30. Saat itu, aparat kepolisian memutuskan menyisir pemukiman-pemukiman warga untuk menghalau massa anarkis yang menolak membubarkan diri.
 
Massa terus memprovokasi aparat dengan menembakkan kembang api dan bom molotov. Petugas mengejar pelaku yang lari ke dalam pemukiman warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah massa anarkis juga terlihat kocar-kacir masuk ke dalam Pasar Slipi yang sedang kosong saat itu. Petugas mengejar mereka hingga ke dalam pasar.
 
Tak lama, aparat berhasil menangkap sejumlah massa yang diduga provokator. Mereka langsung dibawa aparat ke arah Jalan Brigjen Katamso.
 
Situasi terkini, aparat kepolisian dibantu personel Marinir TNI mulai berhasil memukul mundur massa anarkis ke arah Jalan Kemanggisan Raya. Namun demikian, sejumlah massa diduga masih berkeliaran di dalam pemukiman warga karena sesekali mereka masih menembakkan kembang api.
 
Baca juga: 257 Orang Ditetapkan Tersangka Anarki
 
Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan tersangka terhadap 257 orang yang diduga sebagai provokator dan perusuh saat demo penolakan hasil Pemilu 2019. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ratusan orang ini ditangkap di beberapa lokasi di Jakarta.
 
"Di Bawaslu sendiri 72 tersangka. Petamburan 156 tersangka. Gambir ada 29 tersangka. Jadi 257 tersangka seluruhnya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Argo menjelaskan untuk tersangka yang ditangkap di gedung Bawaslu terbukti melakukan perlawanan kepada aparat kepolisian, merusak fasilitas umum, dan memaksa masuk ke dalam gedung Bawaslu.
 
Untuk kericuhan di Petamburan, lanjut Argo, tersangka terbukti melakukan pembakaran sejumlah mobil yang berada di asrama polisi. "Di Gambir juga menyerang asrama. Dan juga polsek Gambir," jelas Argo.
 
Dari lokasi kejadian, polisi juga menyita sejumlah alat bukti yang mengarah kepada pengerahan massa. Dari tangan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah batu, senjata tajam yang digunakan untuk menyerang petugas keamanan.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif