Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) mendorong pemerintah untuk mempercepat peningkatkan produktivitas dan daya saing melalui Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (Foto:Dok.Kemenaker)
Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) mendorong pemerintah untuk mempercepat peningkatkan produktivitas dan daya saing melalui Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (Foto:Dok.Kemenaker)

Tiga Strategi LPN Tingkatkan Produktivitas Nasional

Nasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 04 Mei 2019 21:18
Jakarta: Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) mendorong pemerintah untuk mempercepat peningkatkan produktivitas dan daya saing melalui Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) di seluruh Indonesia.
 
"Itu kunci untuk bisa menjadi negara maju dan bisa keluar dari jebakan kelas menengah. Kita harus jadikan program LPN menjadi budaya bagi pekerja untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing," kata Wakil Ketua LPN Iskandar Simorangkir usai menggelar rapat pleno LPN, dikutip keterangan tertulis, Sabtu, 4 Mei 2019.
 
Rapat pleno LPN menghasilkan tiga program untuk menggenjot produktivitas nasional, yaitu memberikan usulan kepada pemerintah berupa sistem pengupahan yang adil dengan tidak merugikan pekerja dan pemberi kerja (pengusaha).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menjadi negara maju, konflik antara pekerja dengan pemberi kerja harus diselesaikan. Kami memberi usulan ke pemerintah sistem pengupahan yang tidak merugikan pekerja dan pemberi kerja," kata Iskandar.
 
Program berikutnya, peningkatan SDM sebagai kunci sukses sebuah negara. Untuk itu pleno LPN memberikan masukan kepada presiden bagaimana meningkatkan kualitas SDM, sehingga produktivitasnya meningkat.
 
"Kalau tidak bisa meningkatkan produktivitas, kita akan terjebak ke dalam kelas menengah," katanya.
 
Sementara itu, Direktur Bina Produktivitas Ditjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) M Zuhri mengatakan pleno ini juga menyepakati untuk merevitalisasi atau memberdayakan LPN sebagai lembaga yang memberikan efek terhadap peningkatan produktivitas sebuah bangsa.
 
Menurut Zuhri, ke depan produktivitas merupakan tolok ukur sebuah bangsa maju yakni bangsa yang produktif. "Karena itu, pilihannya bangsa kita harus produktif agar bisa maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain," ujar Zuhri.
 
Terpilihnya Sekjen APN kali pertama dari Indonesia yaitu AKP Mochtan, diyakini akan menentukan arah kebijakan terkait peningkatan produktivitas dan posisi Indonesia secara regional maupun internasional.
 
Menurut Zuhri, Revolusi 4.0 memberikan keuntungan dan merupakan tantangan bagi peningkatan produktivitas tenaga kerja, khususnya di bidang pengelolaan human resources dan peningkatan daya saing dalam era globalisasi ini.
 
"Untuk meningkatan produktivitas tenaga kerja, upaya pemerintah melalui Kemenaker telah membuat program triple skilling, yaitu skilling, reskilling, dan upskilling," ujarnya.
 
Zuhri menegaskan kinerja yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan oleh LPN yakni meningkatkan peran LPN melalui revisi Peraturan Presiden Nomor Nomor 50 Tahun 2005, dan melakukan sinkronisasi lembaga tersebut dengan kegiatan-kegiatan Association Productivity Organization (APO).
 
"Implementasi GNP2DS, merupakan salah satu target prioritaskan Kemenaker," katanya.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif