Sinergi Wujudkan Penyaluran Bansos Tepat, Cepat, dan Akurat
Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Dok)
Batam: Dalam rangka membangun sinergi dalam proses penyaluran bantuan sosial secara cepat, tepat, dan akurat, Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Pendampingan Bantuan Sosial Pangan, di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan yang berlangsung  pada 17-20 Oktober 2018 di Harmoni One Batam itu dibuka oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pemerintah mentransformasi bantuan sosial yang diberikan ke dalam bentuk nontunai. Diharapkan, penerima bisa menggunakan bantuan sesuai kebutuhan.


Mensos Agus menargetkan pengalihan bantuan sosial berupa beras sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) akan selesai pada 2019. "Targetnya, awal Februari 2019, Insya Allah kita bisa 100 persen mentransformasikan dari Rastra menjadi BNPT," kata Agus dalam keterangan persnya, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Politikus Golkar itu merinci target transformasi setiap tahunnya. Pada 2018, ditargetkan selesai 70 hingga 80 persen. "Dan kini pencapaiannya masih menuju target," katanya.

Mensos Agus mengakui transformasi Rastra ke BPNT masih menemui beberapa kendala. Salah satunya, masalah teknologi di beberapa daerah. "Daerah terluar dan daerah yang keberadaan sinyal telekomunikasi masih sulit, itu perlu mendapat dukungan dari kementerian lain," ucapnya.

Dalam mengatasi kendala itu, Kemensos dibantu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk melakukan pengadaan jaringan di daerah. Diharapkan keterbatasan jaringan tidak menjadi kendala penerapan BPNT.


Kortek Kota Batam (Foto:Dok)

Lebih lanjut, Mensos Agus menjelaskan bantuan yang diberikan berdasarkan data yang diperoleh kementerian dari pemerintah daerah. Jika terjadi perbedaan realisasi dengan data yang diajukan, dia meminta masyarakat memahaminya.

"Karena anggarannya enggak bisa mencakup semua. Negara ini yang diurus banyak sekali, ada kemiskinan, bencana, dan lain sebagainya," ujar dia.

Meskipun begitu, Mensos Agus menyatakan pemerintah tetap memberi perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditunjukkan melalui peningkatan anggaran pengentasan kemiskinan setiap tahunnya.

Selain itu, Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah 1 Naziarto menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan antara pemerintah daerah guna mendukung program dari pemerintah pusat sehingga bantuan yang diberikan cepat, tepat, dan akurat. Hal ini bisa diwujudkan dengan pendekatan yang meliputi empat karakter masyarakat wilayah setempat, yaitu pendekatan budaya, antropologis , sosiologis, dan agamais.


KPM Kota Batam (Foto:Dok)

Dengan terwujudnya penguatan kapasitas pendampingan dalam penyaluran bantuan sosial dan terjadinya sinergi antar semua pihak yang terkait, maka diharapakan proses penyaluran bantuan menjadi lebih efektif sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat segera memanfaatkan bantuan tersebut.


Pendamping Berperan Strategis  dalam Penyaluran Bansos

Pendamping Bansos Pangan, Kortek (koordinator teknis), TKSK, Pendamping PKH, memiliki peran strategis dalam penyaluran bantuan sosial kepada KPM.

Para pendamping mempunyai kewajiban menjaga kelancaran program-program berkaitan dalam pengentasan kemiskinan dalam masyarakat, khususnya bansos pangan, hingga sampai di tangan KPM. 

Para pendamping diberi tugas memotivasi para KPM dan masyarakat miskin bahwa hidup mandiri lebih mulia dibandingkan selalu mengharapkan bantuan. Mengubah pola pikir masyarakat menjadi tantangan bagi para pendamping ke depan.



(ROS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id