Basarnas Perluas Area Pencarian CVR Kotak Hitam

Kautsar Widya Prabowo 04 November 2018 06:30 WIB
Lion Air Jatuh
Basarnas Perluas Area Pencarian CVR Kotak Hitam
Kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 berada dalam kotak penyimpanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.
Jakarta: Badan Nasional Pencari dan Pertolongan (Basarnas) akan memperluas area evakuasi untuk pencarian black box cockpit voice recorder (CVR) dari pesawat Lion Air PK-LQP. Hal tersebut menyusul permintaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk dilakukan perluasan area pencarian.

Deputi Bidang Operasi Basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi Widianto menjelaskan, Sabtu, 3 November 2018 kemarin, pihaknya telah menyisir CVR dengan pinger locator. Namun, sinyal yang diterima dalam kondisi lemah. 

"Frekuensinya lemah, kalau besok tidak ketemu ya kita perluas lagi areanya, bertahap," ujarnya di JICT II, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Sabtu, 3 November 2018.


Sementara itu, terkait perpanjangan waktu evakuasi masih belum dapat ditentukan. Pihaknya bakal mengevaluasi terlebih dulu untuk memutuskan apakah bakal melanjutkan evakuasi atau tidak.

"Besok kan baru hari ketujuh, (nanti diputuskan) apakah kita perpanjang atau tutup," tambahnya.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza, sebelumnya menyebut, tim KNKT Indonesia juga telah dibantu beberapa pihak dalam pencarian black box CVR. Antara lain; tim Kapal Baruna Jaya I BPPT, dan dibantu KNKT dari Singapore dan KNKT Amerika Serikat serta Tim Boeing melakukan pencarian CVR dengan pinger locator didukung perahu karet.

Namun, sampai kemarin tim pulang dengan tangan hampa. Menurut dia, CVR tidak lagi mengirim sinyal ke alat pinger locator.

Baca: Roda Lion Tiba di JICT

"Asumsi kami bahwa, mungkin CVR dan beacon-nya masuk ke dalam lumpur dan tertutup reruntuhan pesawat yang lebar sehingga tidak dapat mengirim secara vertikal atau omni sebagaimana FDR," ulas Hammam.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas mengatakan, dari atas kapal, jika peralatan transponder tidak lagi menerima respons dari beacon CVR, maka akan dicari ke area lainnya. "Jika USBL Transponder di Kapal Baruna Jaya I enggak dapat sinyal, maka kami sarankan untuk melakukan pencarian di luar area prioritas saat ini," ujarnya.





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id