Aparat Diharap Tingkatkan Kemampuan Deteksi Teror
Pengamat Intelejen Andi Widjajanto. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Masyarakat mewaspadai informasi kepulangan sekitar 500 warga Negara Indonesia (WNI) dari Suriah ke Tanah Air. Pengamat Intelejen Andi Widjajanto mengharapkan aparat keamanan meningkatkan kemampuan dalam pergerakan pengawasan.

“Imigrasi, BNPT dan Densus 88 sudah memiliki data lengkap tentang pengawasan itu. Kita berharap mereka memiliki kapasitas yang semakin canggih untuk melakukan pengamatan, penginderaan dan monitoring kepada gerakan mobilitas dari mereka (WNI),” kata Andi di Auditorium Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Andi mengatakan, aparat keamanan seperti Imigrasi, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 akan melakukan pengamatan dan pengawasan di jalur yang akan dilewati oleh WNI saat pulang ke Indonesia.


Baca: Aparat Harus Diberi Wewenang Lebih Tumpas Terorisme

“Apakah mereka nanti masuknya langsung lewat Indonesia atau melalui negara ketiga sebelum ke Indonesia. Kita harapkan kemampuan pengamatan dari kombinasi antara Imigrasi, BNPT, Densus 88, dan intelejen kita untuk semakin baik menggunakan teknologi-teknologi yang  ada. Dari pemanfaatan teknologi itu dapat meningkatkan kemampuannya, sehingga pergerakan mereka semakin minim,” ungkap Andi.

Sementara itu, dari sekitar 500 WNI yang dikabarkan akan pulang ke Indonesia ini tidak bisa dipastikan semuanya terlibat jaringan teroris. Untuk mengetahuinya, kata Andi, dapat terlihat dari sistem sel dalam terorisme.

“Ada sistem sel dalam terorisme. Sebagian besar pelaku teror bergabung dalam sistem sel tersebut. Minimal pasti ada komunikasi dengan simbol-simbol. Dari komunikasi dan sel tersebut dapat terdeteksi. Itu lah kemampuan deteksi penginderaan yang selama ini dikembangkan secara taktikal oleh unit-unit antiteror kita. Nah, berbasis itu mereka bisa memberikan peringatan kalau ada sel-sel teror yang bangun dan kemudian bergerak dan kembali ke Indonesia,” pungkasnya.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id