Pengungsi di Lombok Utara Kekurangan Air Bersih
Sejumlah korban gempa bumi berada di tenda pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Selong, NTB. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)
Jakarta: Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Najmul Akhyar turut menjadi korban gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang terjadi pada Minggu, pekan lalu. Kini ia bersama istri dan 4 orang anak ikut mengungsi di Dusun Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Melalui sambungan satelit dalam Metro Pagi Primetime, dia menceritakan kondisi korban yang tinggal di pengungsian saat ini kekurangan air bersih.

Bukan hanya untuk kebutuhan di pengungsian, dia mengaku mendapat laporan bahwa warga kesulitan air bersih untuk memandikan mayat korban gempa.


"Warga meminta air untuk memandikan mayat 15 orang. Di tempat lain ada 10, 5, bahkan di (dusun) Telaga Waring ada 12 orang mayat korban yang harus segera dimandikan," ujarnya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Meski sulit, Najmul mengatakan terus mengupayakan ketersediaan air bersih bagi seluruh korban. Dia yang harus bolak-balik pengungsian-kantor bupati memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki mobil tangki untuk mendistribusikan air kepada warga.

"Untuk yang meminta air kami penuhi. Ada dari Dinas Lingkungan Hidup, bagian umum, sampai Dinas Pekerjaan Umum. Kami bekerja memenuhi kebutuhan dasar masyarakat mulai dari air sampai dengan sembako," ungkapnya.

Najmul mengatakan pasokan air dan listrik masih menjadi persoalan utama di pengungsian. Hingga hari ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih melakukan normalisasi pipa yang kemungkinan mengalami masalah pasca-gempa.

"Sebagian sudah tertangani di wilayah Bayan tapi di kecamatan lain sampai hari ini belum normal," kata dia.

Khusus masalah listrik, dia menyebut salah satu sebab belum adanya listrik yang mengalir ke tempat pengungsian adalah banyaknya bangunan yang runtuh menimpa kabel-kabel aliran.

"Tapi itu kami serahkan ke PLN untuk segera diselesaikan. Saya berharap malam listrik sudah nyala," pungkasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id