Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Kasus Aktif Covid-19 Terus Turun, Epidemiolog: Vaksinasi Jangan Kendor

Nasional covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Kasus Aktif Covid Indonesia
Antara • 18 Oktober 2021 12:44
Jakarta: Semua vaksin covid-19 yang digunakan Pemerintah Indonesia sudah terbukti efektif dan aman. Kini, kasus aktif covid-19 di Indonesia pun terus menurun. 
 
Berdasarkan Worldometers, total kasus aktif orang yang terinfeksi virus korona di Tanah Air tercatat sebanyak 18.388 orang pada Senin, 18 Oktober 2021. Jumlah itu menempatkan kasus aktif covid-19 di Indonesia di peringkat ke-21 Asia, tepat berada di bawah Afghanistan yang memiliki 21.487 kasus aktif orang yang terinfeksi virus korona.
 
Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan menganjurkan masyarakat Indonesia di Tanah Air tidak usah pilih-pilih merek vaksin covid-19. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, begitu ada kesempatan vaksin, langsung vaksin. Sebetulnya, vaksinasi ini kita berkejaran antara vaksin dan membentuk antibodi duluan atau kena covid-19 duluan," kata Iwan Ariawan, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Iwan mengatakan risiko tertular covid-19 saat ini masih lumayan tinggi. "Semua vaksin yang beredar di Indonesia kan sudah dievaluasi efektivitas dan keamanannya oleh para ahli maupun lembaga resmi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, semua vaksin yang dipakai pemerintah sudah terbukti efektivitasnya dan aman," kata Iwan.
 
Baca: 3 Vaksin Covid-19 Ini Disebut Tak Perlu Booster Hingga 8 Bulan
 
Adapun mengenai adanya beberapa negara yang mensyaratkan vaksin tertentu, dia menilai itu merupakan hak masing-masing negara. "Meskipun WHO kan sudah buat daftar vaksin mana yang sudah diterima WHO. Maksudnya, WHO sudah mengevaluasi efektivitasnya dan keamanannya, di dalamnya sudah termasuk Sinovac," ujarnya.
 
Jadi, dia menjelaskan bahwa Vaksin Sinovac itu sudah memenuhi standar. "Tapi sekali lagi masing-masing negara punya hak dan kebijakan masing-masing, itu kan kedaulatan mereka," kata dia.
 
Pemerintah Indonesia, kata Iwan, bisa melakukan lobi dengan beberapa negara yang mensyaratkan sertifikat vaksin tertentu. Diplomasi dianggap penting dilakukan. 
 
"Sangat penting. Misalnya Arab Saudi karena itu bersangkutan dengan ibadah. Nah, itu perlu ada pembicaraan antarnegara," ujar dia.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif