Ilustrasi wasit sepak bola. (Radoslaw Zmudzinski/Pixabay)
Ilustrasi wasit sepak bola. (Radoslaw Zmudzinski/Pixabay)

Pengamat: Reformasi PSSI dan Sepak Bola Indonesia adalah Harga Mati

Al Abrar • 26 November 2022 14:06
Jakarta: Pengamat sepak bola nasional Sigit Nugroho menyebut reformasi Persatuan Sepak bola Indoensia (PSSI) dan sepak bola Indonesia adalah harga mati buat calon ketua umum PSSI yang baru. Selain itu juga untuk menghadirkan iklim sepak bola yang sehat. 
 
Sigit berkaca pada laga Piala Dunia 2022, Timnas Arab Saudi secara mengejutkan berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 2-1. Kemenangan ini disambut meriah masyarakat Arab Saudi bahkan pemerintah Arab Saudi menetapkan hari libur nasional untuk hari kemenangan bersejarah itu. 
 
Momentum bersejarah itu sangat pantas dijadikan pelecut reformasi PSSI untuk melakukan pembenahan sepak bola Indonesia, terlebih untuk perubahan jangka panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenangan Arab Saudi atas Argentina juga disebut menjadi isyarat akan kebangkitan sepak bola Asia di Piala Dunia. Apalagi laju Argentina sebelum laga sedang mengkilap. Pasukan Lionel Scaloni belum terkalahkan dalam 36 pertandingan menjelang pertandingan. Ini kali pertama mereka kalah sejak Juli 2019.
 
“Reformasi PSSI memang muaranya kelak untuk prestasi timnas seperti Saudi Arabia sekarang, tapi itu untuk jangka panjang. Sekarang sudah membaik, tapi untuk bersaing di level dunia, saat ini apa boleh buat, harus pakai pemain naturalisasi karena mereka bermain bola dengan dasar yang benar,” kata Sigit Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 26 November 2022.
 
Menurut Sigit, reformasi PSSI dan sepak bola Indonesia adalah harga mati buat calon ketua umum PSSI yang baru, dan menghadirkan iklim sepak bola yang sehat.  “Orientasi reformasi PSSI yang utama, membangun environment sepak bola yang sehat maka prestasi Timnas akan jalan beriringan,” ungkapnya.
 
Baca: Sosok Erick Thohir Dibutuhkan untuk Kelola Sepak Bola Indonesia
 
Berkaca pada Arab Saudi, maka reformasi sepak bola di Indonesia, terutama reformasi di tubuh PSSI menjadi keharusan. Agenda urgensi reformasi PSSI demi perbaikan sepak bola Indonesia. 
 
Sementara itu, Pengamat sepak bola Budiarjo Thalib menyebut nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai sosok yang pantas memimpin reformasi PSSI. 
 
“Saya pikir tidak masalah yah kalau Erick Thohir yang naik jadi Ketua Umum PSSI. Karena dia juga paham tentang sepak bola, apalagi Erick Thohir juga bukan orang baru di dunia sepak bola,” kata Budiarjo saat dihubungi.
 
Mantan pelatih Sriwijaya FC itu mengatakan, semangat reformasi sepak bola bisa dilakukan oleh Erick Thohir ke depan dengan berbagai instrumen, termasuk dengan jadikan kemenangan tim underdog seperti Arab Saudi atas Argentina di Piala Dunia 2022 sebagai semangat baru.
 
“Kenapa tidak, saya pikir bisa ya. Negara yang nda diharapkan malah menang,” ujarnya.
 
Dikatakan Budiarjo, Erick Thohir memahami betul cara membangun organisasi sepak bola dengan baik dan profesional. Hal itu, kata mantan pelatih PSM junior ini dengan membawa orang-orang baru yang punya semangat yang sama memajukan sepak bola Indonesia lebih baik dan modern. 
 
“Mereformasi PSSI. Mungkin bisalah kalau memang dia betul-betul Ketua Umum PSSI. Membangun organisasi dengan bagus dan orang-orangnya juga pasti dia pilih, orang-orang yang bisa untuk bekerja sama dengan dia,” ucapnya.
 
Salah satu bukti kata Budiarjo, kehebatan Erick dalam dunia sepak bola adalah pernah menjadi Presiden klub Liga Seri A Italia yakni Inter Milan, dekat dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Kedekatan ini, kata Budiarjo menjadi nilai tambah bagi kemajuan sepak bola Indonesia. 
 
“Kita bersyukur karena tidak terkena sanksi dalam kasus Kanjuruhan. Ini juga kita berikan plus buat Erick Thohir bisa melobby dan kita nda kena sanksi, mungkin itu yang bisa membuat kita jadi senang. Ketika kita kena sanksi, pasti tidak tahu lah apa sepak bola Indonesia ini nantinya,” jelasnya.
 
Lanjut Budiarjo, reformasi PSSI perlu dilakukan secepatnya dilakukan agar sepak bola Indonesia kembali berjalan, khususnya Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. 
 
“Untuk Liga 1, harapan saya semoga berputar kembali. Supaya semua bisa menonton sepak bola tertinggi di Indonesia. Bukan cuma Liga 1, Liga 2 dan 3 pun saya pikir semua harus beputar,” tutupnya.
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif