Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Epidemiolog Sebut Pelonggaran Harus Tetap Diikuti Kewajiban Prokes

Juven Martua Sitompul • 19 Mei 2022 17:47
Jakarta: Masyarakat diingatkan pelonggaran penggunaan masker hanya berlaku pada ruang terbuka yang tidak padat orang. Jika berada di ruang tertutup, transportasi publik, dan bagi yang sedang sakit juga golongan masyarakat rentan wajib memakai masker.
 
Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane bahkan menyoroti kebijakan bebas tes PCR maupun antigen bagi pelancong. Bebas tes covid-19 dinilai bahaya.
 
"Kalau untuk luar negeri kami masih sepakat untuk melakukan PCR terutama untuk negara-negara yang saat ini sedang mengalami peningkatan kasus," kata Masdalina kepada wartawan, Jakarta, Kamis, 19 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua DPR Puan Maharani sebelumnya menyambut baik kebijakan pemerintah yang melonggarkan penggunaan masker di tengah masyarakat. Masyarakat bisa melepas maskernya jika berada di ruang terbuka, namun selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).
 
Puan juga menyampaikan pelonggaran prokes sesuai dengan kondisi yang semakin membaik dan transisi dari pandemi ke endemi. Puan menyampaikan kondisi sekarang memungkinkan anak-anak dapat kembali melakukan pelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dengan tenang sehingga dapat meringankan beban anak dan orang tua yang sudah beberapa tahun terakhir menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).
 
"Kita berharap agar pemulihan learning loss di kalangan pelajar dapat segera teratasi saat Indonesia sudah berada di masa endemi," kata Puan.
 
Baca: Pelonggaran PCR dan Masker Bikin Industri Penerbangan Makin Sehat
 
Hal senada disampaikan pengamat pendidikan Doni Koesoema. Dia mengungkapkan kondisi pandemi yang semakin membaik itu berpengaruh pada pendidikan. Dia menilai pendidikan karakter akan sangat terbantu dengan adanya PTM.
 
"Dengan PTM, maka pembentukan karakter bisa lebih mudah terjadi. Dan kalau kita mengajar di kelas kan kita bisa langsung survei sekilas misal ada anak mengantuk, tapi kalau daring kan gak bisa," kata Doni.
 
Doni menilai PTM tidak hanya berkaitan dengan materi pembelajaran, tetapi juga menempatkan murid sebagai manusia seutuhnya. Dalam interaksi secara langsung, pelajar akan merasa lebih dimanusiakan dan dihargai.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif