Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Ironi Social Distancing di Gerbong KRL

Nasional Virus Korona
Yogi Bayu Aji • 23 Maret 2020 09:48
Jakarta: PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyesuaikan jadwal perjalanan kereta rel listrik (KRL) untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19). Kereta hanya beroperasi pukul 06.00-20.00 WIB dengan 713 perjalanan mulai Senin, 23 Maret 2020.
 
Jarak antarkereta atau headway lintas Bogor/Depok-Jakarta Kota pulang pergi (PP) dan Bogor/Depok/Nambo-Angke/Jatinegara PP pada pagi dan sore diatur menjadi 10-15 menit. Untuk lintas Bekasi-Jakarta Kota PP, Maja/Parungpanjang/Serpong-Tanah Abang PP, Tangerang-Duri PP, dan Tanjungpriok-Jakarta Kota PP, headway menjadi15-30 menit.
 
Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba menyebut penyesuaian operasional ini untuk menyokong imbauan jaga jarak sosial (social distancing). Langkah ini dipakai pemerintah dalam mencegah penularan virus korona di tengah masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Penyesuaian ini sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang mengajak masyarakat agar bekerja, belajar, dan beribadah di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona,” kata Anne, di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020.
 
Menurut dia, banyak masyarakat yang mengikuti imbauan pemerintah. Jumlah pengguna KRL turun 50 persen dari kondisi normal yang dapat melayani 900 ribu hingga 1,1 juta pengguna setiap harinya. Pada, Jumat, 20 Maret 2020, Anne menyebut penumpang KRL hanya 459.922.
 
Namun, kebijakan ini tak serta merta membuat KRL sepi. Moda transportasi andalan warga untuk mobiltas di DKI Jakarta dan sekitarnya tetap penuh. Imbauan pemerintah agar masyarakat saling menjaga jarak juga sulit dilakukan.
 
Hal ini terlihat dari kicauan warganet dalam akun media sosial Twitter @CommuterLine milik PT KCI. Beberapa pengguna KRL mengunggah foto kondisi di stasiun yang penuh sesak.
 
Seorang penumpang, Risma Anzani, mengirimkan foto kondisi Stasiun Bogor, Jawa Barat, yang dipenuhi pengguna KRL yang hendak pergi bekerja. Tampak tak ada jarak yang memisahkan para penumpang.
 
"Begitu terlihat menghambat sih ini ya. Menghambat pekerjaan orang," kata Risma dalam akun @Tiramissyou21, Senin, 23 Maret 2020.
 
Ironi <i>Social Distancing</i> di Gerbong KRL
 
Penumpang KRL, Ade Andryani, yang mengaku sebagai tenaga medis juga terbebani kebijakan ini. Pasalnya, dia harus mulai berdinas pukul 07.00 WIB.
 
"Akses saya hanya KRL dan rumah saya jauh dari tempat kerja (rumah sakit)," jelas dia dalam akun @andryaniade.
 
Sementara itu, pengguna KRL lainnya, Musriyanto, menyarankan PT KCI beroperasi normal saja. Mengingat masih banyak warga yang harus beraktivitas di tengah penyebaran virus korona,
 
"Kalau jadwal normal kita bisa langsung naik (dan lebih sepi karena tidak menunggu transit), sedangkan kalau diatur jam enam kita malah jadi numpuk di satu transit," jelas dia dalam akun @Ryukageshuuri.
 
Baca: Jerman Larang Pertemuan yang Dihadiri Lebih dari 2 Orang
 
Musriyanto juga mengunggah foto kondisi salah satu stasiun. Dalam foto itu, penumpang terlihat berkerumun menunggu kedatangan kereta.
 
Ironi <i>Social Distancing</i> di Gerbong KRL
 
Penumpang di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Sano, juga melaporkan adanya penumpukan pengguna KRL. Dia khawatir kondisi ini malah memudahkan penyebaran virus korona.
 
"Tolong dievaluasi lagi, enggak semua bisa WFH (work from home), apalagi kita yang kerjanya di rumah sakit," ungkap dia di akun @sanknowva.
 
Ironi <i>Social Distancing</i> di Gerbong KRL
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif