Prosedur pemeriksaan spesimen di Lab. Badan Litbangkes Kemenkes. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Prosedur pemeriksaan spesimen di Lab. Badan Litbangkes Kemenkes. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

40 Ribu Wisatawan Batal ke Bali

Nasional pariwisata Virus Korona
Media Indonesia • 14 Februari 2020 09:27
Jakarta: Virus korona berdampak langsung ke sektor pariwisata di Indonesia. Ketua Bali Tourism Board, Agung Partha, melaporkan pembatalan 40 ribu kunjungan wisatawan danditaksir menyebabkan kerugian hingga Rp1 triliun lebih.
 
"Dalam situasi ini, pelaku pariwisata jangan banting harga untuk menjaga kualitas pariwisata Bali," kata Agung seusai seminar di Graha Tirta Gangga, Kantor Perwakilan BI Bali, Kamis, 14 Februari 2020.
 
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana menyebut, dampak virus korona terhadap sektor pariwisata merupakan pukulan telak bagi Bali.Karena di sana, sektor pariwisata menjadi lokomotif ekonomi. Sebanyak 70 persen produk domestik regional bruto disumbang oleh sektor tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gangguan sedikit saja berdampak pada perekonomian Bali," ujar dia.
 
40 Ribu Wisatawan Batal ke Bali
Ilustrasi WN Tiongkok yang masih tertahan di Bali, Sabtu, 8 Februari 2020. Medcom.id/ Metro Tv.
 
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani sebelumnya menyatakan kerugian akibat banyaknya wisatawan Tiongkok yang membatalkan kunjungan ke Indonesia. Kerugiannya mencapai Rp2,7 triliun.
 
Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, mengungkapkan pihaknya berhasil melacak seorang turis Tiongkok yang diduga positif korona setelah berlibur di Bali.
 
"Kami yakin Bali masih negatif. Jadi, mungkin setelah sampai di Tiongkok, dia baru terpapar," ungkap Suarjaya.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, sebelumnya menakar potensi kerugian di sektor pariwisata akibat virus korona. Indonesia bisa merugi hingga USD2,8 milliar atau Rp38,2 triliun.
 
“Karena ini kan masih bergerak, kita bisa tahu ruginya berapa kalau korona udah berhenti kalau kita ‘average’ (rata-rata) setahun dari China saja dengan dua juta jumlah wisatawan kan sudah USD2,8 miliar kerugian misalnya,” kata Wishnutama dikutip dari Antara, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Angka tersebut, lanjut dia, hasil pengihitungan kunjungan jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia selama satu tahun. Sementara dalam setahun, ada dua juta wisatawan dari Tiongkok mengunjungi Indonesia.
 
“Jadi, memang ini mengukurnya tidak sesederhana kalau sudah semua selesai, tapi yang kita tahu Tiongkok wisatawannya dua juta. Artinya kalau terjemahkan ke devisa USD2,8 miliar, tinggal hitung aja nanti berapa lama masa virus berkembang,” katanya.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif