Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani--Antara/Anis Efizudin
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani--Antara/Anis Efizudin

Menteri Puan: Aparat Pemerintah Adalah Pelopor Revolusi Mental

Nasional pemerintah
K. Yudha Wirakusuma • 30 April 2015 19:20
medcom.id, Jakarta: Aparat pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga pusat adalah pelopor gerakan nasional revolusi mental. Sebab itu, mereka harus bisa menjadi agen perubahan.
 
Demikian diungkapkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam acara Diklat Revolusi Mental Pembangunan Karakter di Jakarta, Kamis (30/4/2015). Acara juga dihadiri kepala daerah dan pejabat pemerintahan.
 
"Saudara-saudara harus dapat menjadi agen perubahan, menjadi agen pendorong perubahan pikiran, sikap, dan perilaku yang berorientasi pada kemajuan dan mordernisasi sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa di dunia," ujar Puan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gerakan nasional Revolusi Mental yang digaungkan oleh Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah gerakan segenap rakyat dan bangsa Indonesia. Revolusi Mental melalui gerakan hidup baru akan menggelorakan idealisme sebagai sebuah bangsa.
 
Oleh karena itu, sambung Puan, gerakan nasional Revolusi Mental sebagai gerakan hidup baru rakyat Indonesia membutuhkan keteladan dan kepeloporan.
 
"Sebagai agen perubahan, sebagai pelopor, saya berharap saudara-saudara dan kita semua yang hadir di sini, mulai saat ini dapat menginternalisasi tiga nilai strategis instrumental Revolusi Mental, yaitu integritas, kerja keras, dan gotong royong," imbuhnya.
 
Puan mendorong seluruh aparatur sipil di daerah menumbuhkan karakter Aparatur Sipil Negara bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan Nepotisme (KKN). Aparatur pemerintah harus menjadi role model sehingga dapat dicontoh dan menjadi tauladan bagi masyarakat.
 
"Aparat pemerintah harus memulai Gerakan Hidup Baru untuk Indonesia Jujur, Pelayanan tanpa Korupsi, Cegah Pemborosan Bangun Efisiensi, dan sebagainya," tuturnya.
 
Melalui gerakan Revolusi Mental bisa tumbuh kepribadian positif dan menjelma dalam wujud budi pekerti luhur, perilaku individual, dan sosial yang baik. Serta selalu menjaga integritas merujuk pada nilai-nilai moral dan etik yang berlaku umum.
 
Puan meyakini, apabila seluruh anak bangsa menjalankan gerakan Revolusi Mental dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh, dan menjadi teladan bagi lingkungan, Indonesia akan maju. Juga bisa berdaya saing dengan bangsa lain.
 
Puan menyebutkan, Jerman dan Norwegia sebagai contoh. Dia menyebut kedua negara itu sukses menjadi welfare state.
 
Sementara itu, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Rustam Effendi mengatakan, gerakan Revolusi Mental dapat mengubah cara pandang, perilaku, dan kerja masyarakat terutama aparat pemerintah.
 
"Tujuan saya menjadikan Bangka Belitung sebagai daerah yang mempelopori agar ikut diklat Revolusi Mental agar mereka, para aparatur pemerintah, bisa mengubah cara pandang dari yang biasanya dilayani menjadi pelayanan rakyat," ujar Rustam yang turut hadir dalam diklat Revolusi Mental.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif