Sejumlah pekerja menggunakan masker untuk antisipasi virus Korona. Foto: ANT/Reno
Sejumlah pekerja menggunakan masker untuk antisipasi virus Korona. Foto: ANT/Reno

Indonesia semakin Waspada Virus Korona

Nasional virus korona
Media Indonesia • 27 Januari 2020 06:44
Jakarta: Wabah mematikan dari Wuhan, Tiongkok, yang dibawa virus korona atau novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) telah menewaskan 56 warga dan lebih dari 2.000 orang terinfeksi.
 
Hanya dalam hitungan hari, jumlah negara yang mengonfirmasi terinfeksi virus korona bertambah. Hingga kemarin, Tiongkok, Jepang, Kanada, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, AS, Vietnam, Nepal, Prancis, dan Australia mengonfirmasi kasus tersebut.
 
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengaku negerinya dalam situasi genting ketika jumlah kematian akibat wabah virus korona me lonjak dalam waktu singkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Indonesia, 1 warga di Jambi, 3 di Denpasar, dan 1 orang di Bandung masih dinyatakan terduga (suspect) terpapar virus korona. Kendati demikian, aparat dinas kesehatan di sejumlah daerah tetap dalam kewaspadaan tinggi agar tidak kecolongan.
 
RSUD Al Ihsan milik Pemprov Jabar membuka pos antisipasi penyebaran virus korona. Menurut Wakil Direktur Pelayanan Al Ihsan, Hadri Pramono, pos dibuka selama 7 x 24 jam lengkap dengan dokter dan perawat.
 
"Pasien demam, batuk, pilek, dan disertai sulit bernapas, terlebih pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, kami kategorikan terduga lalu diisolasi. Dengan antisipasi ini kami harap masyarakat menjadi tenang," kata Hadri, kemarin.
 
Dinas Kesehatan Bali selain memperbanyak pemasangan thermal scanner juga membuat ruangan khusus isolasi di bandara dan pelabuhan laut. Menurut Wagub Bali Tjokorda Oka, langkah itu merupakan antisipasi menghadapi turis khususnya dari Tiongkok yang terdeteksi membawa virus korona.
 
"Jika ditemukan hal lebih serius, segera dibawa ke RS Sanglah untuk penanganan yang saksama. Kami fokus jangan sampai ada penumpang yang terlewat dari deteksi," ujar Oka.
 
Sejumlah rumah sakit di Pekanbaru, Palembang, Padang, Bandar Lampung, Palangka Raya, dan Kupang juga menambah ruang isolasi dan menyiagakan paramedis 24 jam penuh.
 
Kementerian Perhubungan memastikan jalur penerbangan dari dan menuju Wuhan ditutup sementara. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya mengupayakan agar wabah virus korona tidak meruyak di Tanah Air.
 
Kondisi baik
 
Hingga kemarin, mahasiswa Indonesia di Wuhan dalam kondisi sehat dan tidak kekurangan makanan. Menurut mahasiswa di Central China Normal University, Syaifuddin Zuhri, pihak kampus menjaga suplai makanan dan kesehatan mereka.
 
Ketua PPI Wuhan, Nur Musyafak, mengatakan rencana KBRI mengevakuasi WNI belum final. "Kami masih menunggu kabar dari KBRI. Mahasiswa yang berjumlah 98 orang sehat." (Bayu Anggoro)
 
Plt Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, mengatakan pemerintah mempertimbangkan situasi di lapangan untuk mengevakuasi WNI dari Wuhan. "Secara umum dari pantauan KBRI kondisi mereka baik."
 
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah belum akan menerbitkan travel warning karena WHO belum menyatakan kondisi darurat global terkait virus korona. (Bayu Anggoro)
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif