Wakil Presiden Ma'ruf Amin didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memberikan penghargaan Proper Emas kepada perwakilan perusahaan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. ANT/Fransiska Ninditya.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memberikan penghargaan Proper Emas kepada perwakilan perusahaan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. ANT/Fransiska Ninditya.

Wapres Ma'ruf Minta Perusahaan Jaga Lingkungan Hidup

Nasional lingkungan hidup
Antara • 08 Januari 2020 16:54
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta semua perusahaan menjaga lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasionalnya. Sebab, setiap lahan yang digunakan merupakan warisan untuk anak cucu.
 
Hal itu diungkapkan Ma'ruf saat memberikan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan atau Proper peringkat Emas kepada perusahaan yang dinilai taat terhadap peraturan lingkungan hidup pada tahun 2018-2019. Sebanyak 26 perusahaan memperoleh penghargaan itu.
 
Penghargaan diberikan Ma'ruf didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada perwakilan perusahaan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf meminta perusahaan yang mendapatkan penghargaan Proper Emas mempertahankan dan meningkatkan ketaatannya terhadap peraturan lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasionalnya.
 
"Ketaatan ini mesti dijaga, karena bila ketidaktaatan terjadi dalam bentuk pencemaran dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh operasi industri yang tidak ramah lingkungan, maka pada hakekatnya sama dengan merampas atau mengambil hak orang lain dan mengabaikan hak orang lain," kata Ma'ruf.
 
Kepatuhan terhadap peraturan dalam menjaga lingkungan hidup, lanjut Wapres, juga tercermin dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Fatwa MUI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah.
 
Ma'ruf mengingatkan lahan yang dikelola perusahaan merupakan pinjaman masyarakat dan generasi penerus. Perusahaan, kata dia, harus mengelola lahan itu dengan baik dan menjaga lingkungan.
 
"Air, udara, tanah tempat perusahaan anda berpijak dan beroperasi itu semuanya adalah pinjaman dari anak-anak dan cucu-cucu kita sendiri, pinjaman juga dari Tanah Air Bumi Pertiwi," tegasnya.
 
Penilaian proper periode tahun 2018-2019 dilakukan tim evaluator terhadap 2.045 perusahaan. Selain 26 perusahaan peraih Proper Emas, hasil evaluasi menilai 174 perusahaan meraih Proper Hijau, 1.507 perusahaan mendapat Proper Biru, 303 perusahaan dinilai merah, serta dua perusahaan mendapat peringkat hitam.
 
Sementara itu, 13 perusahaan tidak diumumkan peringkatnya karena sedang menjalani proses penegakan hukum dan 20 perusahaan lainnya saat ini tidak beroperasi.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif