Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Pemerintah Menyiapkan Rumah Singgah untuk Korban Kabut Asap

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Damar Iradat • 12 September 2019 10:31
Jakarta: Pemerintah menyediakan rumah singgah untuk masyarakat terdampak kabut asap di beberapa wilayah Indonesia. Ini merupakan salah satu langkah antisipasi terkait kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
"Saya juga pagi ini sudah komunikasi dengan Menkes (Nila F. Moeloek) untuk penanganan hadapi asap seperti soal (menyediakan) rumah singgah," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, Kamis, 12 September 2019.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo dan jajaran pemerintahan daerah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, akan melaporkan kondisi terkini penanganan kabut asap karhutla.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Siti juga akan menyampaikan laporan itu kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dalam rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
"Jajaran daerah yaitu gubernur, Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto) dan Kapolda secara terbatas dan akan intens dengan beberapa menteri dan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dan Kepala BNPB , BMKG, BPPT dan LAPAN," tuturnya.
 
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati sebelumnya, meminta masyarakat mewaspadai sebaran asap akibat karhutla, khususnya Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20, dan Satelit Himawari-8 (JMA) dari 1 hingga 10 September 2019, BMKG mengidentifikasi 6.255 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara.
 
BMKG juga menemukan jumlah titik panas di berbagai wilayah ASEAN dengan tren cenderung naik. Titik panas meningkat dari 381 titik menjadi 787 titik pada 4 September 2019.
 
"Kemudian sempat menurun menjadi 513 titik pada 6 September 2019 dan kembali naik menjadi 829 titik pada 10 September 2019," kata Dwikorita.
 
Lokasi titik panas itu di antaranya berada di wilayah Indonesia, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Titi panas juga terdeteksi di Malaysia, seperti Semenanjung Malaysia dan Serawak, hingga Thailand, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, serta Timor Leste.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif