Tersangka TS di hadapan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes pol Budhi Herdi Susianto. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman,
Tersangka TS di hadapan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes pol Budhi Herdi Susianto. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman,

Pengakuan Ayah Ancam Dua Balita Kandung di Cilincing

Nasional kekerasan anak
Yurike Budiman • 09 Desember 2019 23:23
Jakarta: Polisi telah menangkap tersangka TS, 40, yang mengancam dua anak balitanya, PA, 4, dan BI, 3 di Semper, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu, 8 Desember 2019 dini hari.
 
Di hadapan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes pol Budhi Herdi Susianto, tersangka TS sempat mengutarakan dirinya mendapat bisikan gaib sebelum melakukan ancaman terhadap kedua balitanya menggunakan sebilah pisau.
 
"Pada waktu itu, setelah Magrib, ada bisikan kalau ada yang mau dibunuh. Itu mau bunuh kakak saya. Tapi enggak tahu oleh siapa," kata tersangka TS di Mapolres Jakarta Utara, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


TS menganggap bahwa dua putri kandungnya tersebut merupakan titisan malaikat. Sehingga ia mencoba memaksa anak-anaknya untuk membantu, namun dengan menodongkan pisau.
 
"Anak saya anak malaikat, dia bisa membantu untuk mencegah terjadinya pembunuhan itu," kata ungkap TS.
 
Menanggapi itu, Kapolres Budhi mengatakan kondisi kejiwaan tersangka masih akan diperiksa. Polisi belum bisa memastikan adanya gangguan jiwa pada diri sang ayah.
 
"Jadi kalau hasil lengkapnya nanti akan kita lakukan pemeriksaan ke rumah sakit, dalam hal ini rujukan kita adalah Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Tapi kalau sekilas memang pada saat kita tanya dia masih bisa menjawab dengan normal," kata Budhi.
 
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cilincing AKP Suharto memaparkan saat penangkapan tersangka di rumahnya, TS sedang menodong pisau ke arah dua balitanya.
 
"Anaknya pertama jerit-jerit, terus datanglah bhabinkamtibmas. Setelah binmas masuk, pelaku ngomong 'awas dekat, kalau dekat saya tancapkan ini', ngomong sambil arahkan pisau ke anaknya," kata Suharto.
 
Setelah anggota mencoba membujuk pelan-pelan, akhirnya tersangka berhasil diamankan. Suharto menduga TS mengalami depresi akibat ditinggal bekerja oleh sang istri ke Hongkong.
 
"Namanya lelaki suruh merawat anak perempuan dua yang aktif nya setengah mati, gak kuat dia. Tapi dari kurun waktu dua bulan ada perubahan kata tetangganya. Dua bulan ini bapak ini aneh, kadang ngomongnya ngaco, begitu kata tetangganya," ungkap Suharto.
 

 

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif