Ninja Xpress sebagai mitra UMKM tergerak untuk membantu UKM pada masa pandemi covid-19 (Foto:Dok.Ninja Xpress)
Ninja Xpress sebagai mitra UMKM tergerak untuk membantu UKM pada masa pandemi covid-19 (Foto:Dok.Ninja Xpress)

AKSILERASI Ninja Xpress Bantu UKM Kembangkan Bisnis dan Hitung Valuasi

Nasional Ninja Xpress
Gervin Nathaniel Purba • 06 November 2020 11:02
Jakarta: Berjuang di tengah pandemi covid-19 dilakukan oleh banyak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Memasarkan produk sekaligus mengatur strategi untuk terus bertahan, menjadi tantangan UKM.
 
Ninja Xpress sebagai mitra UMKM tergerak untuk membantu UKM pada masa krisis ini. Ninja Xpress memahami berbagai perubahan telah terjadi selama pandemi. Termasuk pola perilaku pebisnis yang berubah dan bergeser. Kondisi itu menuntut pelaku UMKM untuk cepat tanggap dalam merespons perubahan.
 
"Salah satu pelajaran adalah memahami valuasi bisnis UMKM, agar para founder bisa mentransformasi usaha mereka lebih besar lagi. Inilah yang membuat kami berambisi menyediakan beraneka program dan fasilitas pemberdayaan untuk UMKM Indonesia agar membantu tidak hanya go digital, namun juga mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi," kata Country Head Ninja Xpress Ignatius Eric Saputra, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 5 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ninja Xpress memberikan pendampingan kepada UKM, dengan menghadirkan mentor ahli investasi, Riel Tasmaya. Ria memberikan bimbingan belajar (bimbel) intensif melalui Program AKSILERASI.
 
Program AKSILERASI yang digagas Ninja Xpress ini diikuti 20 UKM dari berbagai industri, mulai dari pakaian, kebutuhan anak, hingga perlengkapan rumah.
 
Dalam salah satu materi di kelas AKSILERASI, Riel menyarankan agar pemilik usaha (founder) memahami visi dan misi usahanya sebelum meningkatkan derajat perusahaan menjadi lebih tinggi.
 
"Founder harus tahu sudah pada tahap mana usahanya sekarang, dan harus dapat menilai perusahaan objektif mau ke mana,” kata Riel pada Program AKSILERASI Ninja Xpress.
 
Riel menganalogikan mencari investor serupa mencari jodoh. Penting untuk mendapatkan chemistry antara pemilik usaha dengan investor barunya.
 
“Tentu tidak sekali bertemu (one time process), tapi perlu proses berulang-ulang kali (continue process) yang membuat keduanya cocok,” kata Riel.
 
Selain itu, pemilik usaha harus memahami jenis investor mana yang tepat bagi perusahaan. Mulai dari angel investor, perusahaan investasi, venture capital atau perusahaan yang masih berelasi dengan produk yang dijual.
 
AKSILERASI Ninja Xpress Bantu UKM Kembangkan Bisnis dan Hitung Valuasi
 
Tentunya pemilik usaha harus juga bijak memilih jenis investasi mana yang tepat dalam pengembangan bisnisnya. Baik itu berupa permodalan (equity financing) atau hanya dalam bentuk pinjaman (loan).
 
“Tak perlu beri saham ke investor bila ternyata kita hanya butuh pinjaman jangka pendek,” kata CEO dari SUQMA brand busana muslim ternama di Indonesia.
 
Dengan demikian, founder harus berhati-hati dalam menentukan valuasi startup agar investor lebih yakin dan mantap untuk berinvestasi. Tunjukkan data finansial atau projection. Lalu, gunakan pendekatan apa saja untuk mendapatkan data tersebut.
 
Kemudian, dilanjutkan dengan laporan finansial dan laporan pajak. Setelah itu ada tahapan analisa industri (Industrial Analysis), analisa pasar (Market Analysis), pemetaan kompetitor (Competitor Mapping), dan terakhir founder and team.
 
"Terpenting bagi saya dari siapa sang founder. Itu kelihatan dari business plan sampai ke tahap eksekusi. Founder yang baik pasti punya tim kuat," katanya.
 
Para founder pada dasarnya tak perlu khawatir untuk membuka bisnis sendiri bersama investor baru. Sebab, dengan membangun bisnis bersama-sama maka dapat meningkatkan pertumbuhan usaha lebih cepat.
 
Hanya saja para founder juga perlu jeli melihat kebutuhan perusahaan. Bila sifat kebutuhan dana bentuknya sementara (project based) maka opsi permodalan dalam bentuk pinjaman bisa jadi pilihan. Alhasil nilai saham yang dimiliki tak berubah.
 
"Founder perlu tahu apakah memang hanya butuh pinjaman atau mereka butuh permodalan dalam bentuk saham baru," ujar Presiden Direktur Kempat Kapital.
 
Teknik menarik minat investor atau pendana bagi UKM yang dipaparkan oleh Riel tersebut salah satu menu utama program AKSILERASI oleh Ninja Xpress. Selain membuka jalan supaya bisa segera bangkit akibat pandemi covid-19, sekaligus juga dalam rangka meraih peluang investasi.
 
Program AKSILERASI berlangsung selama tiga bulan (22 September-22 Desember 2020). Acara ini diisi 12 mentor profesional yang sudah malang melintang di industri Tanah Air akan mengisi kelas online workshop, serta daily coaching. Mereka siap mengajarkan UKM jurus-jurus rahasia.
 
Sebanyak 12 mentor tersebut, yaitu Yoris Sebastian (ahli bidang komunikasi dan kreatif), Ligwina Hananto (ahli finansial), Riel Tasmaya (ahli investasi), Ismail Fahmi (ahli market intelligence), Ferry Fibriandani (guru pengembangan pribadi), Yosef Adji Baskoro (guru pemasaran digital), Fahd Pahdepie (guru menulis), Feli Zulhendri (guru audio digital), Arih Budi Utomo (guru komunikasi publik), dan Wendiyanto (guru naskah digital).
 
Selain AKSILERASI, Ninja Xpress mengoptimalkan platform digital untuk mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam menghadapi situasi pandemi. Salah satunya melalui program Belajar Ragam Usaha Baru (BERGURU) yang diunggah di akun YouTube Ninjaxpressid. BERGURU juga merupakan bagian dari kampanye #ObsesiUntukNegeri dan program inisiatif Ninja Academy. 
 
(ROS)



Presented By:
Logo BrandConnect
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif